Posko warga terdampak penggusuran Kampung Wisata ,Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Cemas dan amarah warga tumpah di Posko Warga terdampak penggusuran di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kamis (17/04/2025), puluhan bapak-bapak, emak-emak hingga anak-anak berkumpul membawa keresahan yang sudah dua bulan terpendam.
Sebuah poster besar dengan tulisan tangan, warna cat merah terpampang jelas:
“Warga Terdampak Menuntut Relokasi Tempat Usaha.”
Suasana posko tampak penuh kebingungan. Bukan hanya karena perut yang lapar, tapi karena janji-janji yang belum ditepati.
Heriyanto, Ketua Perwakilan Warga di Kampung Wisata, bersuara lantang di hadapan awak media.
“Kami, warga Pantai Wisata, khususnya di area Hotel Cleopatra, merasa dikhianati! PT. Pacifik telah mengingkari komitmen yang mereka ucapkan dua bulan lalu,” ujarnya dengan nada kecewa namun penuh semangat juang.
Heriyanto menyebut, sejak penggusuran pada 5 Februari lalu, warga hidup tanpa arah. Tanpa usaha, tanpa penghasilan, tanpa tempat berteduh.

“Kami bukan mau menghalangi pembangunan. Tapi kami ini manusia, bukan angka di kertas proyek! Kami butuh makan, kami butuh sekolah untuk anak-anak kami. Hidup kami sekarang memprihatinkan!”
Suara lantangnya seperti menggetarkan semangat warga yang hadir. Ultimatum pun dilontarkan:
“Kami kasih waktu empat bulan. Kalau kios untuk usaha warga tak juga dibangun, kami akan bongkar pintu masuk proyek, dan bangun kios sendiri di sempadan pantai. Ini bukan ancaman, ini adalah perjuangan hidup!” tukasnya pada Kamis (17/04/2025).
Heri Hermawan, Wakil Ketua Perwakilan Warga, menambahkan bahwa sebagian besar warga kini hidup tanpa kejelasan. Mereka hanya bisa berharap pada bantuan seadanya.
“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah, tapi baru sebatas janji peninjauan. Hanya bantuan sembako dari Baznas yang datang, itupun terbatas,” ucapnya lirih.
Baca: https://mediaaksara.id/waduh-warga-tanjung-undang-kapolsek-dan-babinmas-jadi-saksi-ada-apa/
Tak hanya itu, Heri mengecam keras pihak pengembang:
” Jangan beri kami angin surga. Warga sudah cukup sabar. Sekarang waktunya kami bersikap. Kalau janji tak ditepati!”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tanggapan dari pihak pemerintah desa Citepus, kecamatan Palabuhanratu, maupun pihak PT. Pacific Budaya Wisata (PBW).
Reporter: SDV@
Redaktur: Rapik Utama







