Home / Khazanah

Jumat, 18 April 2025 - 11:31 WIB

Dua Bulan Terkatung-Katung, Warga Korban Penggusuran Ultimatum: Bangun Kios atau Kami Bangun Sendiri! 

Posko warga terdampak penggusuran Kampung Wisata ,Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Cemas dan amarah warga tumpah di Posko Warga terdampak penggusuran di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kamis (17/04/2025), puluhan  bapak-bapak, emak-emak hingga anak-anak berkumpul membawa keresahan yang sudah dua bulan terpendam.

Sebuah poster besar dengan tulisan tangan, warna cat merah terpampang jelas:

“Warga Terdampak Menuntut Relokasi Tempat Usaha.”

Baca:https://mediaaksara.id/penggusuran-di-twa-sukawayana-warga-terpaksa-tidur-di-tenda-darurat-relokasi-belum-siap/

Suasana posko tampak penuh kebingungan. Bukan hanya karena perut yang lapar, tapi karena janji-janji yang belum ditepati.

Heriyanto, Ketua Perwakilan Warga di Kampung Wisata, bersuara lantang di hadapan awak media.

“Kami, warga Pantai Wisata, khususnya di area Hotel Cleopatra, merasa dikhianati! PT. Pacifik telah mengingkari komitmen yang mereka ucapkan dua bulan lalu,” ujarnya dengan nada kecewa namun penuh semangat juang.

Baca: https://mediaaksara.id/merajut-harmoni-di-tanah-sunda-sukabumi-gelar-budaya-rakyat-dan-pemimpin-adalah-amanah/

Heriyanto menyebut, sejak penggusuran pada 5 Februari lalu, warga hidup tanpa arah. Tanpa usaha, tanpa penghasilan, tanpa tempat berteduh.

Tangkapan layar video Ketua dan Wakil Perwakilan Warga di Kampung Wisata
Tangkapan layar video Ketua dan Wakil Perwakilan Warga di Kampung Wisata

“Kami bukan mau menghalangi pembangunan. Tapi kami ini manusia, bukan angka di kertas proyek! Kami butuh makan, kami butuh sekolah untuk anak-anak kami. Hidup kami sekarang memprihatinkan!”

Suara lantangnya seperti menggetarkan semangat warga yang hadir. Ultimatum pun dilontarkan:

Baca: https://mediaaksara.id/sudah-tiga-tahun-diajukan-rehabilitasi-sdn-gunungbatu-belum-terealisasi-ini-respons-kadisdik-kab-sukabumi/

“Kami kasih waktu empat bulan. Kalau kios untuk usaha warga tak juga dibangun, kami akan bongkar pintu masuk proyek, dan bangun kios sendiri di sempadan pantai. Ini bukan ancaman, ini adalah perjuangan hidup!” tukasnya pada Kamis (17/04/2025).

Heri Hermawan, Wakil Ketua Perwakilan Warga, menambahkan bahwa sebagian besar warga kini hidup tanpa kejelasan. Mereka hanya bisa berharap pada bantuan seadanya.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah, tapi baru sebatas janji peninjauan. Hanya bantuan sembako dari Baznas yang datang, itupun terbatas,” ucapnya lirih.

Baca: https://mediaaksara.id/waduh-warga-tanjung-undang-kapolsek-dan-babinmas-jadi-saksi-ada-apa/

Tak hanya itu, Heri mengecam keras pihak pengembang:

” Jangan beri kami angin surga. Warga sudah cukup sabar. Sekarang waktunya kami bersikap. Kalau janji tak ditepati!”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tanggapan dari pihak pemerintah desa Citepus, kecamatan Palabuhanratu, maupun pihak PT. Pacific Budaya Wisata (PBW).

 

Reporter: SDV@

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Khazanah

Hikmah Syariah: DSN MUI Tegaskan Jual Beli Emas Digital Wajib Ada Fisiknya

Khazanah

MUI Jawa Barat Tegaskan Video Kunjungan ke Abah Gaos Hoaks, Warganet Diminta Tabayyun

Khazanah

Ribuan Warga Padati Alun-alun Palabuhanratu, Bupati Asep Japar Sampaikan Pesan Penting di Hari Kemenangan

Khazanah

Hikmah Idulfitri 1447 H: Wali Kota Sukabumi Tegaskan Persaudaraan di Tengah Perbedaan

Khazanah

Tangis Haru Pecah di Assalam Putri! Guru Ngaji & Buruh Bangunan Mendadak Dapat Hadiah Umroh

Khazanah

Indahnya Ramadan di MI Misbahul Aulad Sukabumi: Silaturahmi, Santunan dan Bukber Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini

Khazanah

Muhibah Ramadan Bersama Ustadz Solmed: Bupati Sukabumi Visi Mubarakah Terwujud dengan Sinergi Pengabdian dan Doa 

Khazanah

Silaturahmi Ramadan di Ponpes Azzainiyyah Sukabumi, Golkar Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren dan Pendidikan Santri