Home / Kabar Daerah

Kamis, 6 Februari 2025 - 21:23 WIB

Penggusuran di TWA Sukawayana, Warga Terpaksa Tidur di Tenda Darurat, Relokasi Belum Siap

Penggusuran di TWA Sukawayana, Warga Terpaksa Tidur di Tenda Darurat /Foto : Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Tim Terpadu Kabupaten Sukabumi telah melakukan eksekusi pengosongan bangunan milik warga penggarap yang tinggal di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana. Penggusuran ini berlangsung pada Selasa, 4 Februari 2025, di sekitar Pantai Desa/Kecamatan Cikakak dan Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Terpadu Kawasan TWA Sukawayana, Prasetyo, menyatakan bahwa eksekusi telah dilakukan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Ia juga menyebut sebagian warga telah menerima uang kerohiman, sehingga proses pengosongan berjalan lancar.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak 87 jiwa dari 29 kepala keluarga (KK), termasuk lansia dan balita, kini harus bertahan di tenda darurat tanpa kepastian tempat tinggal permanen. Mereka sebelumnya menghuni lahan di depan Hotel Cleopatra, Kabupaten Sukabumi.

Tenda Pengungsian Warga di Kawasan Cagar Alam Sukawayana / Foto : Istimewa                 

Salah satu warga terdampak, Herianto (45), mengaku kecewa karena merasa tim terpadu dan pihak konsultan ingkar janji. Warga sebelumnya dijanjikan relokasi tempat usaha sebelum eksekusi, namun kenyataannya, mereka langsung digusur tanpa persiapan.

“Kami dijanjikan relokasi tempat usaha dulu sebelum eksekusi, tapi kenyataannya kami langsung digusur. Kami memilih kios dan tempat usaha untuk keberlangsungan hidup, bukan hanya uang. Legalitas kami jelas, sudah ada RT, RW, dan TPS yang diakui pemerintah desa maupun pusat,” ungkap Herianto, Rabu (5/2/2025).

Selain itu, kondisi tenda darurat yang diberikan sangat minim fasilitas. Warga harus tidur di atas pasir tanpa alas, meski di antara mereka ada lansia dan balita.

“Kami meminta tenda sejak jam 12 siang, tapi baru datang jam 5 sore. Itu pun cuma satu tenda untuk 87 jiwa. Tidak ada alas atau karpet, jadi kami tidur di atas pasir kering,” keluhnya.

Warga juga mengaku lokasi relokasi yang dijanjikan baru diberitahukan secara mendadak pada pukul 15.00 di daerah Batu Kenit, perbatasan Desa Cikakak dan Desa Citepus. Namun, lahan tersebut masih berupa hutan belantara, dan hanya dua bidang tanah yang siap digunakan, jauh dari kebutuhan 29 lahan untuk hunian.

Herianto menduga ada unsur keterpaksaan dari pemerintah untuk segera mengeksekusi lahan, meski relokasi belum siap. Bahkan, ada pihak yang baru menyiapkan lahan pada dini hari.

“Mungkin ada oknum pemerintah yang dikejar target. Mereka baru menyiapkan lahan jam 3 subuh, padahal seharusnya ini sudah selesai sejak tiga bulan lalu. Kalau memang relokasi sudah siap, kami pasti akan pindah tanpa ada masalah seperti ini,” katanya.

Dengan kondisi yang semakin sulit, warga berharap ada solusi nyata dari pemerintah. Mereka bahkan sampai berteriak meminta bantuan kepada Kang Dedi Mulyadi agar mendapatkan perhatian lebih.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala DLH Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Ketua Tim Terpadu dikonfirmasi,Kamis (6/2) ,sementara belum memberikan penjelasan terkait langkah lanjutan bagi warga terdampak penggusuran di kawasan TWA Sukawayana.

Reporter: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Pemdes Bantargadung Klarifikasi Perbedaan Volume Pembangunan Jalan dengan Dokumen RAB

Kabar Daerah

Pengusaha Sukabumi Tuntut Pengembalian Dana Rp218,25 Miliar Terkait Kerja Sama Dapur MBG

Kabar Daerah

BPK PENABUR Cicurug Integrasikan STEM, Robotik, Coding, dan AI dalam Kurikulum: Siapkan Generasi Industri Masa Depan

Kabar Daerah

Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak Perbatasan Bantargadung – Cikidang, Harapkan Perbaikan Permanen

Kabar Daerah

Tim Voli Putra Muspika Jampangkulon Juara Karang Taruna Cup Ciparay 2026

Kabar Daerah

Semarak Anak Ikuti Playdate Literasi Digital, Sukabumi Perkuat Peran Orang Tua Mendidik Generasi Cerdas Teknologi

Kabar Daerah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Sukabumi Gaungkan Aksi Nyata Kelola Sampah dan Keadilan Iklim

Kabar Daerah

Heboh! Dari Kawasan Wisata Sukabumi, Ilmuwan Temukan Bakteri Baru yang Berpotensi Mengubah Dunia Industri dan Kesehatan