Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama tim Pokja P2WKSS meninjau lokasi wisata Karang Papak di Kp. Ciburial, Desa / Kecamatan Gunungguruh/ Foto: Dok. Dispar
MEDIAAKSARA.ID -Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, bersama Camat dan Pemerintah Desa Gunungguruh, kepada puluhan warga telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Inovasi Produk Bahan Baku Lokal dalam rangka mendukung Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (31/10/2025).
Dalam keterangan kepada MediaAksara, Kadis Pariwisata Ali Iskandar menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi kreatif perempuan desa. Melalui pemanfaatan bahan lokal seperti labu madu, peserta pelatihan diajak berinovasi menciptakan produk bernilai jual tinggi, seperti cake labu, keripik labu, dan dodol labu.
“Bagaimana perempuan bisa meningkatkan pemberdayaan keluarga yang sehat dan sejahtera, itu prinsip utamanya,” ujar Ali Iskandar, Sabtu (1/11/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan pelatihan juga bertujuan menumbuhkan pelaku ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Para peserta dilatih langsung oleh Chef Ferdinan untuk mengolah buah labu menjadi berbagai produk kuliner inovatif yang siap bersaing di pasar.
Selain penguatan ekonomi kreatif, lokasi P2WKSS Gunungguruh juga disiapkan sebagai rintisan destinasi wisata baru di Sukabumi. Salah satunya adalah wisata alam Karang Papak, yang tengah dikaji untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata unggulan.
“Kita akan telaah kelayakannya, apakah memiliki nilai jual wisata. Jika sesuai, maka akan dilakukan intervensi penataan lokasi agar seimbang antara manfaat dan potensi,” jelasnya melalui seluler.

Menurutnya, pengembangan wisata di lokasi P2WKSS sejalan dengan semangat penguatan ekosistem kepariwisataan berbasis keluarga dan peran perempuan.
“Tujuannya menghadirkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kesehatan keluarga dengan wanita sebagai tonggak utama penggerak perubahan,” tambahnya.
Selain pelatihan kuliner, rangkaian kegiatan P2WKSS di Desa Gunungguruh diagendakan akan diisi dengan penampilan seni dan budaya, gelar produk UMKM dengan konsep Bela dan Beli, serta apresiasi pendidikan anak usia dini melalui lomba mewarnai serta permainan edukasi.
Nantinya setiap pengunjung dan tamu undangan akan mendapatkan kupon khusus yang dapat ditukarkan dengan makanan berbasis kearifan lokal, sebagai bentuk promosi produk hasil pelatihan masyarakat.
Kegiatan P2WKSS di Desa Gunungguruh menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, dan potensi wisata lokal menuju desa mandiri dan berdaya saing.
Reporter : Azriel B. Rahman
Redaktur: Rapik Utama







