Home / Pemerintahan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:34 WIB

Bullying dan Kekerasan di Sekolah Jadi Sorotan, Pemkab Sukabumi Bergerak Bentuk Tim Khusus BSAN

Rakor pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kabupaten Sukabumi di Gedung Pendopo/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026–2030.

Pembentukan Pokja BSAN dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026).

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Regulasi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, sehat, dan bebas dari kekerasan.

Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menegaskan, Kabupaten Sukabumi memilih bergerak lebih cepat dibanding tenggat waktu nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.


“Batas waktu pembentukan Pokja ini sebenarnya sampai 9 Juli 2026. Namun Kabupaten Sukabumi ingin lebih awal bergerak agar seluruh sekolah mampu memenuhi kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, dan kesejahteraan psikologis peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan Pokja BSAN menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan sekaligus mencegah berbagai persoalan seperti perundungan (bullying), intoleransi, hingga kekerasan di sekolah.

Dalam struktur organisasi Pokja BSAN, Sekda Kabupaten Sukabumi akan bertindak sebagai Ketua Pokja, didampingi Kepala Bapperida sebagai Wakil Ketua dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai Koordinator. Sementara pelaksanaan teknis dan perumusan program dikawal Sekretaris Dinas Pendidikan.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan pembentukan Pokja BSAN mengedepankan semangat gotong royong lintas sektor.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu Pokja ini melibatkan unsur kepolisian, Kementerian Agama, perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua siswa, hingga media,” jelasnya.

Melalui kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis program BSAN dapat menjadi solusi konkret dalam membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan ramah anak.

Selain menjadi upaya pencegahan kekerasan di sekolah, program juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah melalui lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi bangsa.

 

Sumber: Diskominfosan Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bulog Pastikan Bantuan Pangan Tepat Timbangan, Dirut Monev Penyaluran Beras di Sukabumi

Pemerintahan

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 Dibuka di Seluruh Indonesia, Kemnaker Targetkan 30 Ribu Peserta

Pemerintahan

PWI Sukabumi Kawal SPMB 2026: Transparan dan Bebas Kecurangan

Pemerintahan

PLN UID Jabar Siagakan 4.993 Personel dan Layanan Digital 24 Jam Selama Idul Adha dan Waisak 2026

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Salurkan Sedekah Hewan Kurban Iduladha 1447 H, Ini Jumlahnya? 

Pemerintahan

Komitmen Bersama SPMB 2026/2027, Pemkab Sukabumi Tegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru Harus Transparan dan Bebas Percaloan

Pemerintahan

Dedikasi Puluhan Tahun, Pemkot Sukabumi Lepas 15 PNS Purna Bakti

Pemerintahan

Ciemas Jadi Penopang Swasembada Pangan, Bupati Sukabumi Dorong Koperasi Serap Hasil Panen