Rasnita Diharja, Kepala Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh,Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, tampil percaya diri mewakili wilayahnya dalam penilaian pemaparan Anugerah Gapura Sribaduga Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Sukabumi 2025. Kegiatan digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) di Aula Kecamatan Sukaraja.
Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita Diharja, kepada MediaAksara menegaskan kepada tim penilai sudah memaparkan enam aspek pelayanan dasar minimal, yakni kesehatan, pendidikan, sosial budaya, dan bidang lainnya. Enam aspek ini menurutnya menjadi landasan dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Prioritas kami tidak terlepas dari enam pelayanan dasar. Itu pegangan utama agar pelayanan publik di desa berjalan optimal,” ungkap Rasnita, Senin (15/9/2025).
Selain pelayanan dasar, Desa Kebonmanggu juga menampilkan inovasi unggulan, seperti pemberdayaan UMKM melalui dukungan CSR PT. SCG dan pengembangan wisata alam karang para yang sudah berjalan sejak 2017. Wisata ini, kata Rasnita, mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan penghasilan warga desa.
“Dengan UMKM dan wisata alam, warga bisa mendapat tambahan penghasilan. Harapan kami, pengangguran di desa bisa ditekan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Rasnita juga mengungkapkan capaian Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2025 senilai Rp180 juta. Dana ini dialokasikan untuk memperkuat aset desa, terutama berupa tanah produktif.
Beberapa aset yang berhasil ditambah dalam beberapa tahun terakhir di antaranya: Pemakaman umum ± 2.500 m², Gedung olahraga (GOR) dan lahan parkir ± 500 m², Embung desa ± 1.200 m², dan Lahan wisata lebih dari 8.000 m².
“Alhamdulillah, PAD kami terus meningkat. Aset desa juga terus bertambah, berbeda dengan desa lain yang berpotensi berkurang. Di Kebonmanggu justru terus bertambah aset desa dalam bentuk tanah,” tegas Rasnita.
Menutup pernyataannya, Rasnita menyampaikan apresiasi atas profesionalisme tim penilai yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari perizinan hingga DPMD. Ia optimistis proses penilaian berlangsung objektif dan transparan.
“InsyaAllah penilaian ini netral, sesuai bidang masing-masing. Saya yakin hasilnya objektif demi kemajuan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Redaktur : Rapik Utama







