Penampakan Tugu ikan layur kini menjadi ikon baru Kelurahan / Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Warga Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini memiliki ikon kebanggaan baru. Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di kawasan ibukota, menjadi tanda yang merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir Palabuhanratu.
Tugu tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Ia lahir dari gagasan dan kecintaan seorang warga asli Palabuhanratu yang ingin mengabadikan identitas daerahnya dalam bentuk simbol khas: ikan layur, komoditas laut yang sejak puluhan tahun lalu melekat erat dengan kehidupan nelayan setempat.
Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menjelaskan awal pembangunan tugu ikan layur berangkat dari realitas keseharian masyarakat. Menurutnya, ikan layur bukan hanya hasil laut, tetapi simbol ketekunan, keberlangsungan hidup, dan denyut ekonomi warga pesisir.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/menebar-berkah-di-senja-ramadan-polres-sukabumi-kota-peduli-berbagi-takjil/
“Tidak ada maksud lain dalam pembangunan tugu ini. Ikan layur adalah salah satu komoditas perikanan yang paling sering didapatkan nelayan di sini. Bahkan masyarakat yang sekadar memancing pun lebih sering mendapatkan ikan layur dibandingkan jenis ikan lainnya,”ujar Yadi beberapa waktu lalu.
Lebih dari sekadar ikon wilayah, tugu ikan layur juga menjadi wujud kecintaan terhadap kampung halaman. Sebagai putra asli Palabuhanratu, Yadi mengaku ingin meninggalkan jejak bermakna selama masa kepemimpinannya di kelurahan.
- Klik MASTAKA ke-20 : https://www.youtube.com/live/ouxjBWvCiCo?si=ugleChnegPj6fTj2
“Kami ingin ada kenangan dari masa kepemimpinan saya. Sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna dan bisa dikenang oleh masyarakat Palabuhanratu,” tuturnya.
Saat ini, pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 95 persen. Meski di tengah masyarakat selalu ada beragam pandangan, Yadi menyebut sambutan warga secara umum sangat positif. Banyak yang menilai tugu tersebut benar-benar mencerminkan ciri khas Palabuhanratu sebagai wilayah pesisir dengan potensi ikan layur yang melimpah.
“Penilaian masyarakat tentu beragam, tetapi sebagian besar menilai positif. Karena memang ikan layur adalah identitas Palabuhanratu yang sesungguhnya,” katanya.
Melalui ikon tersebut, Yadi berharap tumbuh semangat baru dalam menata wilayah. Ia ingin tugu ikan layur tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga sumber inspirasi bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa dan kelurahan.
“Kantor adalah rumah kedua. Harus dibuat nyaman, rapi, dan tertata. Dari situlah semangat membangun wilayah bisa tumbuh,’ pungkasnya, jumat (6/2/2026).
Reporter: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







