Warga Terdampak Banjir Bandang di Perumahan ,Kp. Sumur Tujuh,Desa Bojong,Kec.Cikembar,Kab. Sukabumi / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada Kamis malam (06/03/2025) menyebabkan bencana alam berupa banjir, longsor, jembatan ambruk, dan pergerakan tanah di beberapa titik. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Perumahan Pratama Indah Residence, Kampung Sumur Tujuh, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.
Banjir dipicu oleh limpasan air Sungai Cibojong/Kali Cipangeunteung yang meluap hingga memasuki area perumahan dengan ketinggian mencapai 2 meter. Kejadian berlangsung cepat, mulai pukul 17.00 hingga 03.00 WIB, membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.
Baca: https://mediaaksara.id/tragis-ibu-dan-anak-korban-banjir-di-sukabumi-ditemukan-berpelukan/
Akibat bencana ini, sebanyak 131 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk Kantor Desa Bojong. Pemerintah Desa Bojong bersama Muspika segera bergerak melakukan penanganan darurat, di antaranya:
1. Menyediakan tempat pengungsian di aula Balai Desa Bojong
2. Mengevakuasi korban terdampak
3. Menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipertahankan
4. Membersihkan area terdampak, termasuk rumah, jalan, serta fasilitas umum
5. Mengumpulkan dan menyalurkan bantuan bagi korban
Kepala Desa Bojong, Lahudin kepada awak media mengaku terkejut dengan bencana ini karena sebelumnya wilayah tersebut jarang mengalami banjir setinggi ini.
“Sungguh mengagetkan, wilayah kami biasanya tidak pernah mengalami banjir separah ini. Sederas apa pun hujannya, paling tinggi hanya sampai dengkul,” ungkap Lahudin, Jumat (07/03/2025) di kantor Desa Bojong.
![]()
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Pemdes Bojong berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, Basarnas, Tagana, PMI, TNI-Polri, Pramuka, Baznas, Forkopimcam Cikembar, Karang Taruna, relawan kemanusiaan, serta Damkar Rayon Cikembar dan Damkar PT GSI. Saat ini, proses pembersihan material sisa banjir masih berlangsung.
” Terpenting saat ini adalah menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak di aula Balai Desa,” tambah Lahudin.
Sementara itu, Titin Kurniasih, salah satu warga yang terdampak, mengaku masih syok dengan musibah ini.
“Gak nyangka sama sekali. Awalnya air hanya setinggi dengkul, tapi sekitar pukul 22.00, air sudah setinggi kepala. Saya dan anak-anak langsung berlari menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong,” ujarnya.
Baca: https://mediaaksara.id/longsor-dan-banjir-di-simpenan-jalan-kiaradua-bagbagan-kembali-terhambat/
Titin berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membantu warga agar bisa kembali ke rumah mereka.
![]()
“Alhamdulillah, kami sudah menerima bantuan makanan, tapi kami masih membutuhkan air bersih dan pakaian selama di pengungsian,” tambahnya.
Saat ini, Pemdes Bojong dan tim gabungan terus mendata kerugian serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, sembari memastikan proses pemulihan berjalan dengan cepat.
Reporter : De
Redaktur : Rapik Utama







