Tim gabungan bersama P2BK Parakansalak monitor rumah warga ambruk di Kampung Cisarua RT 06/ RW 01 dan Kampung Pojok RT 01/ RW 08, Desa Bojongasih, Sabtu (24/01/2026). / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Dampak cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Mengakibatkan pohon tumbang dan satu unit rumah warga ambruk di Desa Bojongasih.
Monitoring kejadian dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai oleh unsur terkait. Lokasi terdampak berada di Kampung Cisarua RT 06/01 dan Kampung Pojok RT 01/ RW 08, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Junaeni, menyampaikan intensitas hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon durian tumbang dan menimpa sejumlah rumah warga. Selain itu, satu unit rumah milik Ojak dilaporkan ambruk akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Baca: https://mediaaksara.id/?s=HGU
“Pohon durian tumbang menimpa beberapa rumah warga dan satu rumah mengalami ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Edi.

Adapun rumah warga yang terdampak akibat tertimpa pohon durian dan mengalami kerusakan milik lima kepala keluarga (KK) yang terdampak kerusakan rumah.
Dalam kejadian tidak dilaporkan adanya korban jiwa, korban luka-luka, maupun warga yang harus mengungsi.
Baca: https://mediaaksara.id/pwi-kabupaten-sukabumi-matangkan-agenda-hpn-2026-konferensi-dan-ukw-jabar/
Terpisah, Kepala Desa Bojongasih, Heri Suheri membenarkan adanya peristiwa pada sabtu pagi dan tidak ada korban jiwa.
“Alhamdulillah warga dalam kondisi aman, kejadian sekitar jam setengah 8 dan tidak ada korban jiwa,” singkat Heri melalui sambungan seluler.
Sebagai langkah penanganan, petugas melakukan koordinasi lintas sektor dengan Forkopimcam, P2BK, perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, kepala dusun, serta warga setempat. Tim juga melakukan asesmen langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi terkini dan kebutuhan warga terdampak.
Redaktur: Rapik Utama







