Home / Pemerintahan

Selasa, 25 November 2025 - 13:21 WIB

Truk Sampah DLH Sukabumi Terguling di Warungkiara, Terungkap Operasi Overload Jadi Kebiasaan: Anggaran Miliaran Masih Mandek

Saepul Rohman, petugas sarana prasarana bidang sampah DLH Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Sebuah truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terguling di Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Baeud, Kecamatan Warungkiara, Selasa (25/11/2025) pagi. Insiden sekitar pukul 08.45 WIB itu kembali menyoroti buruknya pengelolaan armada persampahan daerah.

Truk yang dikemudikan Akus (44) tersebut baru menyelesaikan rit pertama pengangkutan sampah dari Pasar Palabuhanratu. Saat melewati tikungan menanjak, sang sopir berupaya menghindari lubang pada badan jalan yang miring akibat pergeseran tanah. Kendaraan justru hilang kendali hingga terguling.

Petugas sarana prasarana bidang sampah DLH Sukabumi, Saepul Rohman, menyebut unit tersebut dalam kondisi layak jalan. Namun ia menegaskan bahwa ruas jalan rusak menjadi ancaman utama bagi armada. “Jalan banyak berlubang dan miring, jadi pengemudi harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/hindari-jalan-rusak-truk-sampah-dlh-terbalik-di-jalan-nasional-warungkiara-palabuhanratu/

Di balik pernyataan itu, Saepul mengungkap kondisi yang lebih mengkhawatirkan: operasi overload menjadi kebiasaan rutin karena kekurangan armada. “Kita nggak bisa menghindari muatan berlebihan. Karena kurang unit, mau tidak mau harus overload,” katanya.

Padahal, kapasitas truk hanya empat ton. Namun dalam praktiknya, muatan dapat mencapai delapan hingga sembilan meter kubik demi menghindari keluhan warga jika terjadi penumpukan sampah. Hal ini memperbesar potensi kecelakaan, mempercepat kerusakan armada, serta meningkatkan risiko keselamatan pengemudi.

Baca: https://mediaaksara.id/gtra-sukabumi-sertifikat-tanah-tora-tidak-boleh-diperjualbelikan-kades-cikembang-apresiasi-realisasi-program/

Masalah tak berhenti di situ. DLH Kabupaten Sukabumi memiliki anggaran pemeliharaan 52 unit truk sebesar Rp 2,5 miliar pada 2025, namun dana tersebut tidak bisa digunakan lantaran terhambat proses hukum pengadaan sebelumnya. “Anggaran nggak mungkin kepakai semua karena masih proses di sistem, masalah yang dulu di pengadilan belum beres,” jelas Saepul.

Keterlambatan penunjukan pihak pemeliharaan membuat seluruh armada bekerja tanpa kepastian servis. “Sampai saat ini kami masih stagnan. Untuk tahun ini belum bisa diprediksi berapa anggaran yang terpakai,” tambahnya.

Kecelakaan di Warungkiara menjadi cermin persoalan struktural, dimulai jalan nasional rusak, armada dioperasikan melampaui batas aman, dan kebijakan teknis berjalan di bawah tekanan sosial, bukan standar profesional. Tanpa perbaikan menyeluruh, risiko serupa akan terus berulang.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Proyek Rp5,4 Miliar di Gunung Puyuh Dikawal Ketat, Inspektorat Sukabumi Pastikan Tak Ada Ruang bagi Korupsi

Pemerintahan

Jutaan Warga Berpeluang Dapat Keringanan Iuran BPJS, Anggota Komisi IX DPR RI Ungkap Program Perlindungan Pekerja, DTSEN dan JKN

Pemerintahan

Forkopimda dan Pemkab Sukabumi Turun ke Sawah, Penanaman Perdana Jadi Langkah Nyata Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintahan

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sukabumi Kota Tegaskan Keamanan Bukan Hanya Tugas Polri

Pemerintahan

Program Jabar BEREHAN Resmi Diluncurkan, ASN Kini Bisa Menabung Kurban Sambil Dongkrak Ekonomi Peternak Lokal

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Tingkatkan Irigasi Leuwi Bangga, Pasokan Air 70 Hektare Sawah Makin Optimal

Pemerintahan

Bupati Sukabumi Tegas! Karier ASN Ditentukan Kinerja, Bukan Kedekatan dengan Pimpinan

Pemerintahan

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Tegaskan Polri Harus Makin Profesional, Humanis Melayani Masyarakat