Home / Peristiwa

Kamis, 20 November 2025 - 19:48 WIB

Jembatan Darurat Tarisi Warungkiara Hanyut, Pembangunan Resmi Rp 919 Juta Mandek, Warga Terancam Terisolasi

Kades Tarisi, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi Sutendi ungkap Jembatan darurat hanyut tersapu banjir sementara proyek jembatan permanen senilai Rp 919 juta tak kunjung selesai./ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses warga Desa Tarisi dan Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, hanyut tersapu arus deras Sungai Cicareuh pada Kamis (20/11/2025). Putusnya jembatan bambu hasil gotong royong warga itu membuat ratusan penduduk terancam terisolasi total.

Derasnya debit air akibat hujan berintensitas tinggi memperparah kondisi, sementara proyek pembangunan jembatan berdasarkan papan proyek dengan nilai kontrak Rp 919 juta yang dikerjakan CV Karya Darmawan melalui Disperkim Kabupaten Sukabumi belum kunjung rampung, meski sudah berjalan tiga bulan sejak SPK diterbitkan pada 7 Agustus 2025.

Kepala Desa Tarisi, Sutendi, menyampaikan keprihatinan mendalam saat meninjau lokasi jembatan yang hanyut bersama warga. Ia menyesalkan lambatnya progres pekerjaan yang berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Baca: https://mediaaksara.id/dlh-sukabumi-keluhkan-sampah-menumpuk-di-jalur-cisaat-jangan-hanya-videokan-buang-sampah-tidak-sembarangan/

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Jembatan penghubung sementara Bantargadung–Tarisi putus. Bagaimana warga Desa Tarisi dan Hegarmanah melintas? Jembatannya tidak ada, terbawa arus,” ujarnya dilokasi, Kamis (20/11).

Menurutnya, akses tersebut sangat vital bagi warga untuk bekerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian. Namun hingga kini pembangunan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian signifikan.

“Ya Allah, ini jembatan yang lagi dibangun, tolong disegerakan. Ini sudah tiga bulan belum selesai-selesai. Warga kasihan semuanya. Sekarang mau lewat mana?” tukasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-pelajar-dimarahi-dan-diduga-dipukul-akibat-cipratan-air-polisi-turun-tangan/

Pemerintah desa pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberang hingga proyek selesai.

“Dihimbau masyarakat untuk tidak melintas hari ini dan besok sampai jembatan selesai, karena kami sudah tidak punya jembatan sama sekali,” tegas Sutendi.

Ia berharap pihak pelaksana dan dinas terkait mempercepat pengerjaan karena ribuan warga terdampak dan risiko kecelakaan meningkat jika mobilitas tetap dipaksakan.

Hingga berita diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari BPBD dan Disperkim Kabupaten Sukabumi.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Bangun TK di Sukabumi

Peristiwa

Pengendara Motor Meninggal Mendadak Usai Terjatuh, Mulut Berbusa, Polres Sukabumi Selidiki Penyebab Kejadian

Peristiwa

Kebakaran Alang-alang di Gunungguruh Dipicu Pembakaran Sampah, Damkar Cisaat Berhasil Jinakkan Api

Peristiwa

Dua Pelajar Pemain Drumben Kadudampit Tewas Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Peristiwa

Tega! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kantong Hitam di Sungai Cipelang Sukabumi, Polisi Selidiki Pelaku

Peristiwa

PMI Asal Sukabumi Terlantar di Dubai, Diduga Korban TPPO usai Kecelakaan Kerja

Peristiwa

Identitas Mr X Terungkap! Tim Gabungan Polres Sukabumi Ringkus Terduga Pelaku

Peristiwa

Pencuri Motor Beraksi Saat Pemilik Tidur, Honda Beat Street Hilang dari Teras Rumah di Nagrak