Penampakan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum masyarakat di jalan jalur lingkar selatan, Desa/ Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Penanganan sampah di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengungkapkan keprihatinannya atas masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan Jalur yang kerap menjadi titik pembuangan liar.
Nunung menegaskan pihaknya telah bekerja secara rutin dan maksimal.
“Tumpukan di jalan jalur Cisaat itu kami tarik sampahnya dua hari sekali, tetapi tetap saja terus menumpuk. Kalau memang cinta Jalur, jangan buang sampah sembarangan. Kalau ada masalah, tinggal sampaikan saja,” ujarnya di gedung pendopo kabupaten Sukabumi.
Ia menekankan masyarakat seharusnya tidak hanya memvideokan atau memviralkan permasalahan sampah. “Saya berharap masyarakat memiliki kesadaran dan cinta terhadap Sukabumi. Kalau ada persoalan sampah, mohon jangan diviralkan, segera koordinasi dengan desa untuk penanganan bersama kami ,” tegasnya pada Rabu (19/11/2025).
Di sisi lain, DLH tengah mendorong inovasi pengelolaan sampah. Salah satunya adalah program ‘Zero Waste’ : Nol Sampah, yang akan terintegrasi dengan program Jabar Berseka. Untuk tahap awal, inisiatif ini dijalankan di empat lokasi: Cisaat, Palabuhanratu, Purabaya, dan Lengkong, dengan dukungan investor dalam negeri.
Program tersebut dirancang bukan hanya untuk pengolahan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi. Di setiap lokasi akan ada fasilitas edukasi terkait penanganan sampah yang diolah nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian, pakan ternak, hingga perikanan.
Nunung yang baru sebulan menjabat sebagai Kepala DLH menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak, termasuk media. “Kami mohon bantuan teman-teman media. Inovasi ini sedang kami dorong bertahap. Intinya, mari bangun kesadaran bersama. Cintai lingkungan dan wilayah kita,” tutupnya.
Redaktur: Rapik Utama







