Home / Kabar Daerah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Kampung Adat Ciptagelar: Kearifan Lokal Sukabumi yang Mendunia Lewat Anyaman dan Simbol Budaya Banten Kidul 

Kerajinan tangan ekraf produksi Euis, warga Kampung Adat Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa “@rumi”

MEDIAAKSARA.ID – Kampung Adat Ciptagelar di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan berkat kekayaan tradisinya yang tetap lestari di tengah arus modernisasi. Masyarakat adat yang telah eksis selama ratusan tahun ini dikenal karena sistem pertanian tradisionalnya yang ramah lingkungan serta kemampuannya beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Salah satu putra daerah Ciptagelar, Rumi, kepada MediaAksara mengungkapkan bahwa masyarakat di kampung adat ini hidup dalam keseimbangan antara adat dan inovasi. ” Tradisi seni budaya kami sangat lekat dengan peninggalan budaya nenek moyang. Banyak kerajinan yang memiliki makna simbolik dan filosofis, serta menjadi bagian dari keberlangsungan adat istiadat,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/bpbd-sukabumi-siaga-hadapi-potensi-bencana-komitmen-efisiensi-anggaran-tanpa-kurangi-pelayanan-publik/

Kerajinan khas Ciptagelar meliputi anyaman bambu seperti boboko (bakul nasi) dan tudung (penutup), kerajinan kayu dan logam seperti lisung dan golok (bedog) , hingga souvenir bernilai budaya seperti tas kaneron dan gelang simpay. Setiap karya memiliki makna tersendiri. Seperti golok melambangkan kekuatan, simpul sulaiman sebagai simbol keseimbangan alam, dan lisung digunakan dalam upacara adat seren taun.

Kerajinan tangan ekraf produksi Euis, warga Kampung Adat Ciptagelar, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa "@rumi"
Kerajinan tangan ekraf produksi Euis, warga Kampung Adat Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa “@rumi”

Menurut Rumi, Salah satu pengrajin lokal, Ibu Euis, menjadi contoh nyata pelestarian budaya ini. Ia terus melanjutkan tradisi anyaman bambu secara turun-temurun, menghasilkan karya yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. “Setiap upacara adat seperti seren taun, produksi meningkat karena banyak tamu dan wisatawan yang ingin membawa pulang kerajinan khas Ciptagelar,” ungkapnya melalui seluler.

Baca: https://mediaaksara.id/touring-bakti-ngabumi-4-hjks-ke-155-bupati-sukabumi-asep-japar-resmikan-jalan-pangleseran-cikembar/

Produk-produk buatan tangan warga Ciptagelar dibanderol dengan harga berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000, tergantung jenis dan tingkat kerumitan. Tak hanya untuk dijual, sebagian besar hasil kerajinan juga digunakan dalam aktivitas adat sehari-hari sebagai wujud nyata pelestarian tradisi.

Ditambahkan Rumi, geliat ekonomi kreatif di Ciptagelar semakin terasa seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata budaya. “Semakin banyak tamu datang, semakin besar pula semangat warga untuk menjaga budaya. Kerajinan kami bukan sekadar ekonomi, tapi juga bentuk cinta pada warisan leluhur,” jelasnya pada Sabtu (25/10/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/pemdes-tenjojaya-dukung-rencana-camping-ground-bogorindo-tegaskan-izin-harus-lengkap-sebelum-aktivitas-dimulai/

Bagi warga atau pecinta produk kerajinan tangan yang ingin memesan hasil kerajinan tangan khas Ciptagelar dapat langsung menghubungi Ibu Euis di nomor 0813-1157-4181. Dengan cara ini, para pengunjung turut mendukung keberlanjutan ekonomi lokal sekaligus menjaga napas kearifan budaya Sunda agar terus hidup dan mendunia.

 

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎