Home / Seni Budaya

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 21:56 WIB

Pusaka Kian Santang Bangkitkan Warisan Silat Cimande, Sukabumi Kembali Bergetar Semangat Budaya Sunda

Perguruan silat Pusaka Kian Santang Kota Sukabumi kembali bangkit menghidupkan warisan Cimande. Di bawah bimbingan Abah Asep / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Dentakan kaki dan gerak tangan khas Cimande kembali menggema di Kampung Situ Awi, RW 11, Kelurahan Karang Tengah, Kota Sukabumi. Perguruan pencak silat Pusaka Kian Santang, warisan seni budaya sunda asal Cimande, kini kembali hidup setelah sempat meredup. Di bawah asuhan Abah Asep, tokoh budaya sekaligus sesepuh, perguruan ini menyalakan kembali semangat bela diri tradisional Sunda yang sarat nilai moral, spiritual, dan filosofi hidup.

Menurut Abah Asep, pencak silat bukan sekadar jurus dan kekuatan fisik, tetapi juga ajaran luhur tentang akhlak, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap sesama.

“Silat bukan untuk melukai orang lain, tapi untuk menyelamatkan. Kami tekankan nilai seni dan keindahan gerak, bukan arogansi,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/santri-sukabumi-turun-ke-jalan-tagar-boikottrans7-menggema-bela-ulama-dan-pesantren/

Abah Asep menambahkan, proses belajar pencak silat sejatinya merupakan perjalanan spiritual yang menuntut ketekunan dan cinta terhadap budaya.

“Setiap gerakan bukan sekadar teknik, tapi ungkapan jiwa dan rasa. Butuh waktu dan kesabaran untuk menguasainya,” ujarnya sambil tersenyum.

Didirikan sejak tahun 1970-an, Pusaka Kian Santang pernah menjadi salah satu perguruan berpengaruh di Sukabumi. Abah Asep sendiri aktif dalam berbagai kejuaraan sejak 1994 dan telah meraih prestasi di tingkat kota dan provinsi. Kini, perguruan ini kembali aktif sebagai bagian dari kegiatan seni budaya di Pesantren Al Fath Maung Bodas.

Baca: https://mediaaksara.id/disdik-sukabumi-gelar-kompetensi-wakasek-kurikulum-dorong-pemanfaatan-rapor-pendidikan-berbasis-data/

Latihan rutin digelar setiap sore untuk anak-anak dan malam hari bagi kalangan dewasa. Selain melatih bela diri, kegiatan juga menjadi wadah pembentukan karakter dan solusi sosial bagi generasi muda di era digital.

“Selama dua jam latihan, anak-anak bisa lepas dari HP. Itu langkah kecil tapi penting agar mereka punya aktivitas positif,” kata Abah Asep.

Kehadiran perguruan disambut hangat oleh masyarakat. Ketua RW 11, Kp.Situ Awi, Yanto Rianto, menilai kebangkitan Pusaka Kian Santang membawa semangat baru bagi generasi muda sekaligus memperkuat jati diri budaya Sunda.

“Budaya kita mulai tergeser oleh arus teknologi. Dengan silat, kita ingin mengembalikan semangat itu. Ini bukan sekadar olahraga, tapi identitas orang Sunda,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/desa-kebonpedes-bikin-gebrakan-puasa-kades-aing-inovasi-layanan-cepat-warga-miskin/

Perguruan Pusaka Kian Santang juga aktif berkolaborasi dengan Dispora Kota Sukabumi, kelompok seni jaipong, dan komunitas upacara adat di wilayahnya.

“Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar atau meliput kegiatan kami. Silakan datang, kami welcome 24 jam,” ujar Yanto.

Kini, di tengah derasnya arus globalisasi, Pusaka Kian Santang berdiri sebagai penjaga warisan budaya Sunda. Dengan dukungan masyarakat dan semangat pesilat muda, perguruan ini bertekad menumbuhkan generasi kuat, berakhlak, dan cinta budaya lokal.

“Silat bukan sekadar gerak tubuh, tapi gerak hati dan jiwa. Selama kita mencintai warisan ini, Cimande akan tetap hidup di Sukabumi,” tutup Yanto Rianto.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Seni Budaya

Hikmah Ruwatan Warnai Pelantikan SMSI Sukabumi Raya, Sesepuh Kampung Budaya Pasir Astana: Ikhtiar Doa dan Pelestarian Seni Sunda

Seni Budaya

Syukuran Hari Nelayan Ciwaru ke-69 Jadi Simbol Pelestarian Budaya Maritim Nusantara

Seni Budaya

Seren Taun Ke-447 Kasepuhan Ciptamulya, Tradisi Syukur Panen Warisan Budaya Nusantara

Seni Budaya

Seren Taun ke-199 Kasepuhan Girijaya, Tradisi Syukur Desa Wisata Cidahu Menjaga Budaya dan Harmoni Alam di Sukabumi

Seni Budaya

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tradisi Syukur Menjaga Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya Nusantara

Seni Budaya

Festival Soekaboemi Tempo Doeloe 2026 Resmi Digelar, Angkat Jejak Sejarah dan Budaya Sukabumi

Seni Budaya

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam di Pulosari Sukabumi Teguhkan Pelestarian Budaya dan Nilai Keagamaan

Seni Budaya

Bobby Maulana Ajak Pelajar Cintai Budaya Lokal dan Bijak Bermedia Sosial Wujudkan Generasi Emas