Home / Kabar Daerah

Senin, 8 September 2025 - 20:38 WIB

Dua Wartawan Diusir Liput Konferensi PGRI di Ciracap, Kadisdik Sukabumi : Bukan Saya, Sekjen PGRI Yang Suruh!

Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kecamatan Ciracap di SMPN 2 Ciracap, Kabupaten Sukabumi/ Foto : Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Dua wartawan media online di Kabupaten Sukabumi mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat meliput Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kecamatan Ciracap di SMPN 2 Ciracap, Senin (8/9/2025).

Keduanya diminta keluar dari ruangan oleh salah seorang pengurus PGRI Kabupaten dengan alasan rapat bersifat internal. Insiden itu terjadi saat rapat tengah berlangsung.

“Bapak dari mana? Tolong keluar dulu, karena rapat ini internal,” ujar salah satu pengurus di hadapan peserta rapat. Mendengar pernyataan itu, kedua wartawan pun memilih keluar.

Baca: https://mediaaksara.id/duka-bencana-bogor-majelis-taklim-asobiyah-ambruk-rudy-susmanto-janjikan-pendampingan-korban/

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, Ketua PGRI Kabupaten Jajat Sudrajat, Sekjen PGRI Kabupaten, serta puluhan pengurus dari berbagai kecamatan.

Selepas acara, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Eka Nandang menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta wartawan keluar.

Baca: https://mediaaksara.id/warganet-soroti-jalan-dan-jembatan-amblas-di-surade-sukabumi-camat-suryana-dpu-segera-perbaiki/

“Sebenarnya rapat konferensi ini bukan berarti tidak boleh diliput, hanya saja sifatnya internal. Yang menyuruh wartawan keluar itu Sekjen PGRI Kabupaten, bukan saya,” jelas Eka.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Wartawan Pajampangan (WAJA), Iwan Sugianto, menyayangkan sikap Sekjen PGRI. Ia menilai seorang pejabat organisasi guru seharusnya memahami tugas dan fungsi wartawan.

Baca:https://mediaaksara.id/mayoritas-pimpinan-dprd-sukabumi-partai-diam-soal-kinerja-gaji-dan-tunjangan-fakta-rakyat-dihimpit-kemiskinan-dan-kasus-sosial/

“Jangan asal menyuruh keluar. Harus tahu etika dan menghargai kerja jurnalistik,” tegas Iwan.

Iwan mengingatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan tegas melindungi kerja jurnalis. Pasal 18 ayat (1) menyebut, siapa pun yang menghalangi wartawan dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi dapat dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda hingga Rp500 juta.

“Ini bukan persoalan sepele. Menghalangi tugas wartawan bisa masuk ranah pidana. Semoga ini jadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Sumber : Sadev@

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Jalan Sukabumi Selatan Mulai Diaspal, Dongkrak Mobilitas Warga dan Distribusi Hasil Pertanian

Kabar Daerah

IPHI Jampangkulon Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Pembinaan Umat Melalui Syahriahan di Desa Tanjung

Kabar Daerah

Dugaan Penggunaan Syahadat Saat Kampanye Pilkada Dilaporkan ke Polisi, Nama Wali Kota Sukabumi Jadi Sorotan 

Kabar Daerah

Program MBG Tak Boleh Salah Sasaran, Camat Jampangkulon Perketat Sinkronisasi Data 

Kabar Daerah

Respons Pemdes Tanjung dan Warga Bersihkan Tumpukan Sampah, Contoh Kepedulian Lingkungan

Kabar Daerah

Hari Lingkungan Hidup 2026, Sukalarang Bergerak Serentak Bersihkan Lingkungan dan Tanam Pohon

Kabar Daerah

Pemkab Sukabumi Dorong 30 Desa Wisata Jadi Motor PAD, Siapkan Stimulan Rp50 Juta per Desa

Kabar Daerah

Dukung Kementerian LH, Pemkot dan Pemkab Sukabumi Bersatu Tutup TPS Liar serta Perkuat Pengelolaan Sampah