Home / Sosial Ekonomi

Kamis, 4 September 2025 - 07:54 WIB

Cek Fakta Pemdes Cikujang Soal Anak Gizi Buruk Dievakuasi Dandim 0607 Sukabumi 

Momen Petugas RSUD R Syamsudin SH sigap tangani anak gizi buruk keluarga miskin dihadapan Dandim 0607 Kota Sukabumi, Rabu (3/9) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Pemandangan memilukan terjadi di Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/9/2025). Much Billal Tajudin Sopian (11), bocah kurus dengan tubuh tinggal tulang akibat gizi buruk, akhirnya harus dievakuasi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan, ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Billal adalah anak pasangan Pian (40) dan Ratih Apriliani (35), keluarga miskin yang hidup dari penghasilan ayah dari serabutan sebagai buruh tani. Berat badannya hanya 17,3 kilogram, jauh di bawah standar normal anak seusianya. Tubuhnya lemah, rapuh, dan tak mampu beraktivitas layaknya anak-anak lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Cikujang, Ika Karmilah, kepada MediaAksara mengaku baru mendapat laporan pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB dari warga yang menerima ayah Bilal bekerja.

Baca: https://mediaaksara.id/derita-anak-gizi-buruk-warga-desa-cikujang-gunungguruh-dandim-0607-kota-sukabumi-gercep-evakuasi-ke-rs-syamsudin/

“Saya langsung ke rumahnya Rabu pagi untuk melihat kondisi Bilal. Saya menyesal baru tahu sampai menangis,” ungkapnya melalui seluler pada Rabu (3/9) malam.

Menurut Ika, keluarga Billal tidak memiliki BPJS Kesehatan dan tidak terdaftar penerima bantuan sosial (Bansos) , namun sudah diusulkan melalui Puskesos desa.

Baca: https://mediaaksara.id/kasih-ibu-tak-pernah-padam-22-tahun-perjuangan-merawat-anak-hidrosefalus-di-sukabumi-butuh-uluran-tangan/

“Sebelumnya Bilal juga sempat berobat ke PONED Desa Cikujang pada Senin (1/9). Saat evakuasi, saya ikut mendampingi Pak Dandim hingga ke RSUD, sekaligus penanggungjawab mengurus administrasi pasien karena keluarga tidak punya ponsel,” tambahnya.

Terkait pembiayaan pengobatan di RSUD R. Syamsudin SH bukan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Ika memastikan tidak akan dibebankan kepada keluarga pasien.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-keracunan-mbg-dan-gizi-buruk-kadinkes-sukabumi-agus-buka-suara/

“Untuk teknisnya, saya belum bisa komentar lebih jauh. Yang jelas, tidak ada beban biaya kepada keluarga,” tegasnya.

Kades juga mengingatkan para kader posyandu dan perangkat desa untuk lebih sigap dalam mendeteksi masalah kesehatan warga.

“Kami sudah himbau RT dan kader agar segera melaporkan jika ada kasus darurat seperti ini. TKSK dan mitra sosial pemdes juga kami minta bergerak cepat supaya masalah sosial bisa ditangani tepat sasaran,” pungkasnya.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Pendamping Sosial Jampangkulon Perbarui Data DTSEN Warga Desa Tanjung Usai Viral di Media Sosial

Sosial Ekonomi

‎51 Rumah Tak Layak Huni di Ciambar Dapat Bantuan BSPS 2026, Pemdes Gelar Tender Rakyat ‎

Sosial Ekonomi

‎7 Warga Bojonggenteng Terima Bantuan Rutilahu 2026, Anggaran Rp20 Juta per Rumah

Sosial Ekonomi

Rutilahu Cicurug 2026: Disperkim Sukabumi Intervensi 7 dari 12 Usulan Rutilahu ‎

Sosial Ekonomi

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

Sosial Ekonomi

Gerak Sosial YFSBBP Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kalibunder ‎

Sosial Ekonomi

Keterbatasan Tak Halangi Karya: Difabel Cipuntang Sukabumi Lukis Wajah Mirip KDM dan Menulis Sastra

Sosial Ekonomi

Balita Terluka dalam Kebakaran di Jampangkulon, Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban