Home / Kabar Daerah

Jumat, 8 Agustus 2025 - 19:46 WIB

Dibongkar Tanpa Sosialisasi, Warga Stop Proyek Jalan Provinsi di Nyalindung

Penampakan alat berat pasca membongkar rumah warga terdampak bencana retakan tanah untuk perbaikan jalan provinsi di ruas Jalan Nyalindung–Sagaranten, Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Nyalindung, Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Proyek perbaikan ruas Jalan Nyalindung–Sagaranten di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, sempat dihentikan warga selama dua jam setelah kontraktor membongkar rumah penyintas bencana tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

Rumah milik Rimansyah (40) sebelumnya rusak berat akibat bencana retakan tanah pada Desember 2024 dan telah ditinggalkan penghuninya. Namun, warga keberatan lantaran pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat tanpa pemberitahuan kepada pemilik maupun lingkungan sekitar.

Ketua RW 08, Deni Supriyatna, menuturkan, aksi protes bermula saat dirinya mendapat laporan dari warga melalui pesan singkat dan telepon.

Baca: https://mediaaksara.id/blt-dd-agustus-2025-pemdes-ubrug-salurkan-rp147-juta-untuk-49-kpm/

“Pemilik rumah sebenarnya ingin mengambil material seperti bata hebel untuk digunakan kembali. Tapi karena tidak diberi tahu, rumah terlanjur diratakan,” ujarnya, Jumat (8/8).

Deni menyebut, operator alat berat awalnya mengklaim sudah mendapat izin, namun tidak dapat menunjukkan bukti. Setelah adu argumen singkat, pekerjaan dihentikan hingga pihak kontraktor datang dan berdialog. Dalam pertemuan, kontraktor mengakui belum berkoordinasi dengan warga dan pemerintah setempat.

Rumah tersebut berada tepat di titik rencana pemasangan paku bumi untuk menahan badan jalan. Pihak keluarga pemilik rumah menerima kompensasi antara Rp650 ribu hingga Rp1 juta. Meski demikian, warga tetap menuntut komunikasi yang lebih baik.

Tokoh pemuda Desa Mekarsari, HM Afrizal Adhi Permana, menilai pembongkaran tanpa sosialisasi melanggar etika sosial. Ia juga meragukan perencanaan proyek, yang menurut informasi warga tidak mencakup drainase maupun Tembok Penahan Tanah (TPT).

Baca: https://mediaaksara.id/semarak-hut-ri-ke-80-polsek-warungkiara-bareng-warga-gelar-perlombaan-unik/

“Kami sudah mendorong agar proyek segera berjalan, tapi perencanaannya harus dibuka ke publik,” tegasnya.

Kepala Desa Mekarsari, Muhammad Ilham Maulana Kodratullah, membenarkan pihak desa baru menerima laporan setelah kejadian. Ia menekankan agar warga bisa memahami alasan teknis pembongkaran, namun harus tetap ada pemberitahuan sebelumnya.

Proyek yang berada di bawah UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat merupakan bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana. Hingga berita diturunkan, pihak UPTD belum memberikan keterangan resmi.

 

Sumber : Den

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎