Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kota Sukabumi, Yanto Arisidiyanto / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi berhasil menggelar berbagai event olahraga berskala nasional tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kota Sukabumi, Yanto Arisidiyanto. Pelaksanaan event olahraga seperti Wali Kota Cup sepatu roda dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pelajar memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Salah satu strategi yang digunakan adalah menyasar peserta tingkat SD agar turut menghadirkan keluarga besar yang otomatis membelanjakan uangnya di Sukabumi.
“Potensi perputaran uang dari sektor hotel dan akomodasi bisa mencapai Rp400 juta, dengan pajak sekitar Rp40 juta masuk ke kas daerah,” ungkap Yanto saat ditemui di kantor Disporapar, Senin (21/7/2025).
Selain sektor akomodasi, pelaku UMKM, kuliner, dan oleh-oleh juga mendapatkan manfaat langsung dari kehadiran peserta dan pengunjung. Seluruh event dirancang agar memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat.
Salah satu kegiatan besar lainnya adalah event olahraga di Lapang Publik Pasir Pogor, hasil kolaborasi Dispora Provinsi Jawa Barat, Pemkot Sukabumi, dan SP3OR. Dari target 1.000 peserta, panitia justru mencetak dan membagikan 2.300 kupon doorprize secara gratis. Hadiah utama berupa 7 sepeda gunung diserahkan langsung kepada warga.
“Respon masyarakat dan panitia provinsi sangat positif. Kami mengedepankan tiga sukses: sukses pelaksanaan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi,” ujar Yanto.
Saat ini, Kota Sukabumi memiliki 29 lapangan olahraga yang telah diserahkan ke kecamatan serta 7 lapangan publik. Namun, tantangan utama adalah keterbatasan dana pemeliharaan. Contohnya, GOR Merdeka hanya mendapat alokasi Rp10 juta per tahun, bahkan beberapa lapangan publik tidak memiliki anggaran sama sekali.
Sinergi dengan tokoh masyarakat seperti Jenderal Taufik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan fasilitas olahraga, termasuk Lapangan Kobra (Cikole), Lapangan dekat makam (Cibeureum), Lapangan Cemerlang, Gedong Panjang, Kibitay, Garuda, dan Pasir Pogor.
Menurut Yanto, fasilitas yang memiliki Perda retribusi mampu menghasilkan PAD, namun manfaat terbesar justru berasal dari efek ekonomi setiap event.
“Contohnya saat Sukabumi jadi tuan rumah Puspeda, perputaran uang mencapai Rp500 juta. Jika 10% dari pajak masuk PAD, berarti Rp50 juta menambah kas daerah,” pungkasnya.
Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif, Pemkot Sukabumi berharap bidang olahraga tak hanya mencetak atlet, tetapi juga menjadi lokomotif penggerak ekonomi masyarakat.
Reporter: Nald
Redaktur: Rapik Utama







