Home / Kabar Daerah

Jumat, 18 Juli 2025 - 14:30 WIB

PWI Kecam Keras Pengosongan Graha Pers Indramayu: Tamparan Demokrasi & Pemkab Indramayu Antikritik! 

Logo Persatuan Wartawan Indonesia / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) daerah di Jawa Barat meluapkan kemarahannya atas keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu yang mengeluarkan surat pengosongan Gedung Graha Pers sebagai tempat sejumlah organisasi wartawan beraktivitas. Keputusan ini diduga kuat sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik media lewat jalur birokrasi.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan, menyebut tindakan Pemkab Indramayu sebagai tamparan terhadap demokrasi. Ia menegaskan gedung itu bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

” Bukan hanya soal aset, ini soal ruang kebebasan yang sedang dicabut secara halus. Pemerintah seharusnya bersinergi dengan media, bukan menyisihkannya,” tegas Mulya, Jumat (18/7/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/komisi-iii-dprd-soroti-masalah-gaji-asn-dan-penyerapan-anggaran-di-sukabumi/

PWI Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) kompak menyuarakan kritik keras terhadap langkah Pemkab tersebut. Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah, memperingatkan kebijakan ini bisa menjadi preseden buruk di tingkat nasional.

“Jangan jadikan contoh bahwa wartawan bisa diusir seenaknya hanya karena memberitakan hal yang tak nyaman bagi penguasa,” katanya.

Ketua PWI Kota Cirebon, Muhamad Alif Santosa, juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai antikritik.

“Wartawan juga warga negara. Kalau memang ada alasan pengosongan, sampaikan secara terbuka, libatkan mereka dalam diskusi. Jangan asal gusur,” gusarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/klarifikasi-jembatan-cicewol-cidahu-bolong-kadis-pu-sukabumi-itu-proyek-bpbd-tahun-2023/

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Cirebon, Mamat Rahmat, mencurigai ada motif tersembunyi dalam pengusiran tersebut, terlebih waktunya berdekatan dengan suasana pasca Pilkada.

” Kalau benar ini murni soal aset, kenapa tidak dari dulu? Sangat mungkin ini bentuk tekanan terhadap media yang vokal mengkritik,” ucap Mamat.

Ia juga menegaskan keberadaan organisasi pers adalah bagian dari pelayanan publik, bukan beban negara.

Baca: https://mediaaksara.id/jalan-tenjojaya-cibadak-di-hotmix-dpu-sukabumi-masyarakat-ingatkan-kualitas/

Koordinator Wilayah PWI Ciayumajakuning, Jejep Falahul Alam, menyerukan agar Pemkab Indramayu mencabut surat pengosongan dan membuka ruang dialog.

“Kalau roda pemerintahan ingin bersih dan terbuka, beri ruang untuk pers. Jika digusur, sediakan tempat baru yang layak dan manusiawi,” katanya.

Jejep menutup pernyataannya dengan mengingatkan tupoksi wartawan bukan musuh pemerintah, melainkan mitra sekaligus pengawal kepentingan rakyat.

 

Reporter: Nald

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎