Kepulangan Jemaah Haji Kloter 6 di Gedung Bazul Asyhab Pusbangdai Cikembar, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Samsul Bahri, menyampaikan evaluasi dan harapannya saat menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 6 asal Kabupaten Sukabumi. Prosesi penyambutan berlangsung pada Minggu dini hari di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Cikembang, Kecamatan Cikembar.
Mewakili Bupati Sukabumi, Ahmad Samsul mengakui penyelenggaraan berjalan lancar secara umum, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting, terutama terkait antusiasme besar dari keluarga penjemput yang menyebabkan gangguan kenyamanan saat proses pemilahan jemaah dan pengambilan barang.
“Pelayanan kita belum sempurna, namun semangat kami tetap memberikan yang terbaik. Antusiasme keluarga sangat tinggi hingga menimbulkan potensi gangguan kenyamanan dan keamanan. Ini menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan,” ujar Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Kabupaten Sukabumi.
Samsul menjelaskan pihak keamanan telah bekerja maksimal, dibantu TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Namun, kerumunan besar tetap menjadi tantangan tersendiri.
“Mulai dari turunnya jemaah dari bus, pengambilan koper, hingga serah terima barang bawaan masih menyisakan potensi kerawanan. Ini akan menjadi perhatian serius agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Dari total 442 jemaah asal Sukabumi, dua orang dilaporkan wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di sana. Pemerintah daerah menyampaikan duka cita mendalam dan berharap seluruh jemaah yang kembali dapat menjadi haji dan hajjah mabrur serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah.
Salah satu jemaah, H. Endang Sukandi dari Palabuhanratu, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran ibadah haji yang dijalaninya, meski sempat dalam kondisi kesehatan yang menurun.
“Saya berangkat dalam keadaan sakit, pakai kursi roda. Tapi Alhamdulillah saat thawaf di Madinah bisa jalan kaki, thawaf tujuh kali sempurna. Walau tidak ikut sa’i karena sakit kaki, tapi bersyukur bisa menyelesaikan rukun-rukun utama,” ungkapnya.
Endang juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan pemerintah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca: https://mediaaksara.id/waspadai-makelar-tanah-kades-bantarkalong-dukung-rencana-plta-warungkiara/
“Fasilitas di Madinah, Mekkah, hingga transit di Jakarta sangat baik. Makanan cukup, pelayanan kesehatan di hotel pun tersedia dengan dokter dan bidan yang siap membantu. Pelayanan publik untuk jemaah haji Indonesia luar biasa,” tutur dia.
Kepada calon jemaah yang akan berangkat, Endang berpesan agar tidak ragu dan mempersiapkan diri secara maksimal.Ia berharap pelayanan terus ditingkatkan, terutama dalam aspek kesehatan dan logistik makanan selama di Tanah Suci.
” Jangan takut, pelayanan sekarang sudah sangat baik. Pemerintah sangat perhatian. Saya daftar sejak 2014 dan baru berangkat sekarang, mudah-mudahan ke depan pelayanannya makin meningkat,” ucapnya.
Koresponden : Abdul
Redaktur : Rapik Utama







