Home / Seni Budaya

Minggu, 25 Mei 2025 - 10:54 WIB

Iket Sunda: Warisan Leluhur Sarat Makna Jati Diri

Kasepuhan Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya memakaikan Iket Sunda secara simbolis kepada salah satu pejabat Pemkab Sukabumi dalam acara Saresehan Seren Taun ke-445 tahun 2024, disaksikan para tokoh Kasepuhan Banten Kidul (Baris Olot) dan Muspika Cisolok / Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Iket Sunda bukan sekadar kain penutup kepala. Di balik lipatannya, tersimpan sejarah panjang dan filosofi hidup masyarakat Tatar Sunda. Hal ini disampaikan oleh TB. Dawang, Pimpinan Padepokan Sari Oneng sekaligus pemerhati seni budaya asal Desa Lebak Sari, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi.

Menurut TB. Dawang, iket atau Totopong telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri urang Sunda. “Iket itu lambang kawijaksanaan, keteguhan, jeung rasa hormat ka diri sorangan jeung alam sabudeureun,” Dalam Bahasa Indonesia ” Iket merupakan lambang kebijaksanaan, keteguhan dan rasa hormat diri sendiri dengan alam sekitar,” ujarnya saat dikonfirmasi Mediaaksara melalui seluler.

Baca: https://mediaaksara.id/seren-taun-tradisi-syukur-memperkuat-kebersamaan-kasepuhan-di-sukabumi/

Iket Sunda sudah dikenal sejak masa Kerajaan Sunda. Awalnya digunakan oleh para bangsawan, tokoh adat, hingga masyarakat umum sebagai simbol status, kebijaksanaan, dan kedekatan dengan alam. Bentuk dan cara mengikatnya tidak sembarangan. Ada nilai-nilai filosofis yang diwariskan turun-temurun.

“Contona, pola lipatan iket Sunda ‘Totopong Julang Ngapak’ melambangkan keterbukaan pikiran jeung kahadean haté. Sedengkeun ‘Barangbang semplak’ biasana dipake ku para jawara minangka lambang kawani jeung tanggung jawab,”, Dalam bahasa Indonesia ” Contohnya, pola lipatan iket Sunda ‘Totopong Julang Ngapak’ melambangkan keterbukaan pikiran dan kebaikan hati, Sedangkan ‘Barangbang Semplak’ biasanya digunakan oleh jawara yang berlambang keberanian dan tanggungjawab,” pungkas TB. Dawang.

Baca: https://mediaaksara.id/kharisma-event-nusantara-warisan-budaya-hari-nelayan-palabuhanratu-ke-65/

Menurutnya, beberapa jenis iket Sunda yang masih dilestarikan hingga kini antara lain:

Iket Totopong: Berbentuk segitiga dengan lipatan khas, sering dipakai dalam upacara adat.

Bendo Koneng atau Barangbang semplak: Iket khas corak berwarna kuning keemasan atau hitam melambangkan keberanian dan kebangsawanan.

Barudak Sikep: Versi sederhana yang biasa dipakai anak-anak laki-laki dalam acara budaya.

Iket Kabuyutan: Digunakan untuk keperluan ritual spiritual di kasepuhan atau tempat keramat.

Baca: https://mediaaksara.id/kokoprak-menggema-di-india-karya-indra-gandara-sukabumi-tampil-di-panggung-seni-dunia/

Selain itu, TB. Dawang menegaskan mengenakan iket bukan hanya soal gaya atau mode, tetapi menyangkut kesadaran budaya dan identitas. “Sakabeh jelema Sunda kudu apal tur ngajenan kana lambang budaya sorangan. Nyaeta iket téh bagian tina éta jati diri,” , Dalam bahasa Indonesia “Seluruh orang Sunda harus hafal dan memahami terhadap lambang budaya sendiri. Yaitu Iket adalah bagian dari jati diri, ” tambah TB yang kerap dipanggil Bah Dawang, pada Minggu (25/05/2025).

Padepokan Sari Oneng secara rutin menggelar pelatihan mengenal filosofi dan praktik memakai iket, terutama bagi generasi muda. Langkah ini dinilai Bah Dawang penting agar warisan budaya Sunda tidak tergerus zaman.

 

Reporter : Anggita TA. Rahman

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Seni Budaya

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam di Pulosari Sukabumi Teguhkan Pelestarian Budaya dan Nilai Keagamaan

Seni Budaya

Bobby Maulana Ajak Pelajar Cintai Budaya Lokal dan Bijak Bermedia Sosial Wujudkan Generasi Emas

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Pesisir Sukabumi

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Ujung Genteng ke-60: Magnet Wisata Budaya, Bupati Sukabumi Tekankan Kelestarian Laut

Seni Budaya

Ratusan Pelajar Ramaikan Festival Pencak Silat Sukabumi, Ajang Seleksi Atlet Popwilda dan Pelestarian Budaya Bangsa

Seni Budaya

Hari Nelayan Nasional ke-66 di Palabuhanratu Meriah, Warisan Budaya Sunda Memikat Ribuan Wisatawan

Seni Budaya

Delegasi Pencak Silat Italia Kunjungi Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Kota Jadi Destinasi Budaya Dunia

Seni Budaya

Lautan Manusia Padati Palabuhanratu! Putri Nelayan dan Pawai Budaya Hari Nelayan 2026 Bikin Wisatawan Penasaran