Home / Kabar Daerah

Kamis, 1 Mei 2025 - 08:49 WIB

Hari Buruh, Suara Buruh: Punya BPJS, Tapi Masuk IGD Tetap Tekor!

Ketua DPC SPN Sukabumi, Budi Mulyadi/ Foto: Mediaaksara

MEDIAAKSARA.ID – Hari Buruh Internasional 2025 dimanfaatkan DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sukabumi untuk menyoroti persoalan serius dalam pelayanan kesehatan, khususnya terkait BPJS Kesehatan dan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit.

Ketua DPC SPN Sukabumi, Budi Mulyadi, mengungkapkan banyak buruh mengeluhkan penolakan layanan IGD meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS. Penolakan tersebut didasari alasan bahwa kondisi pasien tidak memenuhi kriteria “gawat darurat”, meskipun semisal keluarga pekerja mengalami demam tinggi selama tiga hari, GERD akut, atau sakit kepala hebat.

“Ketika faskes pertama tutup, pasien terpaksa ke IGD. Tapi karena tak masuk kategori gawat darurat, mereka tetap dibebankan biaya. Kami sudah sering terima laporan seperti ini,” ujarnya di Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/spn-sukabumi-sosialisasikan-aplikasi-sopan-spn-tingkatkan-transparansi-dan-pelayanan-anggota/

Ia mencontohkan bila seorang anak dengan demam selama tiga hari yang ditolak untuk ditanggung BPJS saat datang ke IGD saat hari libur.

“Pelayanan memang diberikan, tapi sebagian besar tetap harus bayar. Ini yang kami pertanyakan. Apa kriteria gawat darurat menurut BPJS dan rumah sakit?” tambahnya selepas Rakor Hari Buruh.

Lebih lanjut, Budi juga mempertanyakan minimnya tindakan lanjutan seperti pemeriksaan laboratorium dan penegakan diagnosis, terutama untuk kasus-kasus seperti TB Paru yang seharusnya mendapat perhatian khusus.

Baca: https://mediaaksara.id/may-day-tanpa-demo-ratusan-buruh-di-sukabumi-pilih-doa-bersama-lawan-ancaman-phk-massal/

Sementara itu, Sekretaris DPC SPN Sukabumi, Syamsul Arifin, juga menyoroti buruknya komunikasi dan transparansi dari pihak BPJS.

“Masyarakat menengah ke bawah dominan di Sukabumi, tapi sosialisasi BPJS minim. Aplikasi JKN sering penuh, dan pelayanan kepada peserta BPJS terasa dibeda-bedakan dengan pasien umum,” katanya.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi mitra BPJS dalam melayani masyarakat, bukan malah menambah beban. “Kami minta solusi konkret, bahkan jika perlu, kami siap audiensi ke Kementerian Kesehatan atau Presiden,” tutup Syamsul.

Reporter: De

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Soroti Rencana Batalyon 345 Maung Sancang, Ratusan Petani Bagja Sutra Terancam Terdampak ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Koramil Warudoyong Gelar Karya Bakti Jelang Musim Hujan ‎

Kabar Daerah

151 Siswa-Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gejala, Dinkes Sukabumi Menunggu Hasil Lab, SPPG dan SMK Belum Respon

Kabar Daerah

‎Ingat! Ketua PWI Jabar Soroti Wartawan Tak Terjebak Kecepatan di Tengah Fenomena Post-Truth

Kabar Daerah

Viral! 151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Mengeluh Sakit, MBG Jangan Sampai Berubah Jadi “Makan Bikin Gelisah”

Kabar Daerah

SDN Cimanggu 2 Sukamulya Dikabarkan Akan Direlokasi, Pihak Sekolah: Belum Ada Informasi Resmi ‎

Kabar Daerah

MTs Al Fakhriyah Jampangkulon Borong 13 Gelar di AKSIOMA KKMTs Waluran ‎

Kabar Daerah

Mukerda MUI Sukabumi Dorong Penguatan Keagamaan dan Kerukunan Umat