Home / Kabar Daerah

Senin, 7 April 2025 - 09:59 WIB

Warga Desak Perbaikan Permanen Jembatan Cidadap, Jembatan Alternatif Dinilai Gagal dan Boros Anggaran

Intensitas hujan akibatkan meluapnya air sungai yang akan merendam jembatan alternatif Bojongkopo Cidadap Simpenan pada Minggu (06/04) / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Jembatan alternatif di Bojong Kopo, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi kembali diterjang luapan air akibat tingginya intensitas hujan hingga merendam akses jembatan alternatif Bojongkopo, pada Minggu (6/4/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibatnya, arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kendaraan roda empat dari kedua arah tidak bisa melintas. Informasi terbaru pada Senin (07/04) akses jembatan alternatif Bojongkopo sudah bisa dilalui kendaraan.

Baca:  https://mediaaksara.id/heboh-pungli-pengendara-di-jembatan-bojongkopo-diminta-rp100-ribu-tim-gabungan-sidak/

“Jembatan alternatif ini sejatinya dibangun darurat untuk menggantikan sementara fungsi Jembatan Cidadap yang rusak. Namun kami menilai keberadaannya justru menambah persoalan karena kerap rusak saat hujan deras dan banjir datang”

Hal tersebut disampaikan salah satu warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Randy Iriana, Ia menyoroti terhadap kajian kualitas jembatan tersebut yang menurutnya kurang efektif dan terkesan dibangun tanpa uji teknis yang matang.

Baca: https://mediaaksara.id/kemacetan-panjang-di-jembatan-goyang-cidadap-petugas-terapkan-buka-tutup-jalur-lonjakan-kendaraan/

“Kalau menurut saya, jembatan alternatif itu tidak efektif. Seharusnya kendati kondisi darurat, sebelum dibangun sepatutnya ada kajian dulu. Buktinya sekarang, saat hujan dan banjir, jembatan tidak bisa dilalui. Akibatnya terjadi kemacetan, dan ini tentu membahayakan pengguna jalan,” ujar Randy kepada media, pada Minggu (06/04).

Randy Iriana warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan / Foto: Istimewa
Randy Iriana warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan / Foto: Istimewa

Ia juga mengkritisi kemungkinan terjadinya pemborosan anggaran dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Saya dan publik tidak tahu pasti berapa anggarannya. Tapi dari hasil pengamatan saya, jembatan itu dibangun tanpa perhitungan yang matang. Akhirnya jadi terkesan mubazir dan merugikan masyarakat. Coba tanya ke pihak terkait, berapa dana yang digunakan dan dari mana sumbernya,” tambahnya di Kp. Bojongkopo, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

Baca: https://mediaaksara.id/ibukota-sukabumi-masuk-status-tanggap-darurat-bencana/

Randy bersama warga lainnya mendesak agar Pemprov Jabar dan Pemkab segera memperbaiki Jembatan Cidadap sebagai solusi permanen. Mereka khawatir kejadian seperti ini dapat menimbulkan korban jiwa, terutama saat hujan deras dan banjir datang secara mendadak.

“Harapan kami, jembatan lama segera diperbaiki. Jangan sampai ada kejadian lebih parah dan menelan korban jiwa. Bagaimana kalau tengah malam ada warga yang melintas dan tiba-tiba datang banjir bandang? Itu bisa berakibat fatal,” pungkasnya.

 

Reporter : A. Tpk

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎