Home / Pemerintahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:43 WIB

‎75 Kilometer Irigasi Kota Sukabumi Rusak, Perbaikan 2026 Baru 150 Meter akibat Anggaran Terbatas

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kota Sukabumi, Alby Avrialzi / Foto: MediaAksara

‎MEDIAAKSARA.ID, SUKABUMI – Kerusakan jaringan irigasi di Kota Sukabumi mencapai 75.083 meter atau sekitar 75 kilometer. Namun, di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, perbaikan fisik yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi sepanjang 2026 baru mencapai 150 meter.

‎Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Kota Sukabumi, Alby Avrialzi, mengatakan anggaran bidang sumber daya air tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

‎”Pada 2026 ini, bidang sumber daya air juga terdampak efisiensi. Anggarannya berkurang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Kami baru bisa mengerjakan satu titik lokasi pada awal tahun,” ujar Alby, Kamis (15/10/2026).


Baca Juga : ‎

Kejar HP Hilang Berujung ke Sungai, Terduga Pencuri di Sukabumi Hilang Ditelan Arus

‎Berdasarkan data DPUTR, total jaringan irigasi yang tercatat mencapai 177.321 meter. Dari jumlah tersebut, sepanjang 102.237 meter atau 57,66 persen dalam kondisi baik, sedangkan 75.083 meter atau 42,34 persen mengalami kerusakan.

‎Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, DPUTR mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

‎Menurut Alby, usulan Kota Sukabumi pada tahap pertama telah diterima. Namun, hingga pertengahan Oktober 2026, pekerjaan fisik belum terealisasi sehingga pihaknya masih menunggu tindak lanjut pemerintah pusat.

‎Sambil menunggu kepastian pendanaan, DPUTR tetap melakukan pemeliharaan rutin melalui normalisasi dan pembersihan saluran, perbaikan pintu air, serta pemeliharaan kolam retensi. Pembersihan dilakukan dua kali sepekan, terutama di titik rawan genangan dan banjir.


‎Baca Juga : ‎

IMM Sukabumi Raya Desak Tunda Pembangunan Yon TP 344 di Lahan Garapan Petani Baru Ajol 

‎Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan belakang Terminal Tipe C, Santa Sea, jalan lingkar, Sudajaya Hilir, dan Cimanggah.

‎Alby menegaskan, pemeliharaan rutin menjadi langkah sementara untuk menjaga fungsi saluran. Namun, upaya tersebut belum dapat menggantikan kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan berat.

‎DPUTR pun berupaya mengusulkan tambahan anggaran melalui pemerintah daerah maupun pusat agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan skala prioritas.

‎

‎Reporter: Ronald Alexsander

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Rombak Struktur OPD, Ini Jawaban Wakil Bupati Sukabumi atas Sorotan 7 Fraksi DPRD ‎

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Bahas Perubahan SOTK, Tugas Komisi I Lanjutkan Pembahasan Raperda ‎

Pemerintahan

Tujuh Fraksi DPRD Sukabumi Soroti Raperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah ‎

Pemerintahan

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Jurnalis Nasional Berebut Penghargaan di Enam Kategori

Pemerintahan

Sekda Sukabumi Dorong DMI Perkuat Peran Masjid: Program Unggulan di Enam Wilayah ‎

Pemerintahan

Pisah Sambut Kapolda Jabar, Bobby Maulana Perkuat Sinergi Keamanan Daerah Sukabumi

Pemerintahan

Sepakat Perubahan APBD 2026 dan Raperda APBD 2027 Antara Bupati dan DPRD Sukabumi ‎

Pemerintahan

TMMD ke-130 di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Pembangunan ‎