Ketum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Pengurus PWI Jabar 2026-2031. KDM menekankan pentingnya objektivitas dalam pemberitaan / Foto: Istimewa
BANDUNG, MEDIAAKSARA.ID – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir melantik jajaran Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat.
Pelantikan menandai dimulainya kepengurusan PWI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon sebagai ketua untuk periode 2026-2031.
Kegiatan dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, jajaran pengurus PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Akhmad Munir menegaskan amanah sebagai pengurus PWI bukan sekadar jabatan organisasi. Menurutnya, posisi tersebut merupakan tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme kewartawanan, marwah organisasi, serta menjalankan peran pers bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
”Kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima hari ini sebagai pengurus nantinya harus dipertanggungjawabkan di akhir masa bakti,” ujar Akhmad Munir.
Baca Juga :
Komisi II DPRD Sukabumi Bahas Perizinan PT Cipellang Agro Permai, DPTR Ungkap Komitmen Tindak Lanjut
Ia mengatakan, PWI sebagai salah satu organisasi profesi wartawan memiliki tanggung jawab dalam menjaga kemerdekaan pers, mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.
Akhmad Munir juga menyampaikan jumlah anggota PWI secara nasional telah mencapai lebih dari 30 ribu orang. Besarnya jumlah tersebut, kata dia, perlu diiringi dengan peningkatan kualitas, profesionalisme, dan komitmen terhadap pelaksanaan tugas jurnalistik.
Menurutnya, hubungan antara pers dan pemerintah juga perlu dibangun secara konstruktif. Pers dan pemerintah, kata Akhmad Munir, dapat berkolaborasi dalam tujuan yang sama, yakni mencerdaskan masyarakat dan mendukung pembangunan.
”Pers harus berjalan bersama dengan pemerintah untuk tujuan sama mencerdaskan masyarakat, dan turut membangun bangsa dan negara, khususnya saat ini membangun Jabar,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama antara pers, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan Jawa Barat.
”Sebuah keharusan para stakeholder saling bekerja sama ketika kita memiliki tujuan yang sama untuk kebaikan Jabar, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Baca Juga :
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Tantan Sulthon menyampaikan apresiasi kepada PWI Pusat, jajaran pengurus PWI Jawa Barat, PWI kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan.
Tantan menegaskan, pelantikan pengurus PWI Jabar periode 2026-2031 tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum ini, menurutnya, harus menjadi titik awal memperkuat organisasi sekaligus menjaga marwah pers.
”Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi ini harus menjadi awal kita untuk terus membangun pers,” kata Tantan.
Ia menyebut PWI Jawa Barat memiliki kekuatan organisasi dengan sekitar seribuan anggota yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, terdapat empat kelompok kerja di Bandung yang menjadi bagian dari kekuatan organisasi PWI Jawa Barat.

Menurut Tantan, potensi ini akan diarahkan memperkuat peran PWI dalam pembangunan Jawa Barat, termasuk melalui komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
”Kita juga memiliki niat baik untuk membesarkan dan menjadi mitra Pemprov Jabar. Tentunya pemerintah punya kinerja, partisipasi, dan kita punya kewajiban untuk terus mengawal,” ujarnya.
Baca Juga :
Meski demikian, Tantan menegaskan posisi PWI sebagai mitra pemerintah tidak menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
PWI Jawa Barat, kata dia, tetap mendorong pemberitaan yang profesional dan berimbang sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai program pembangunan yang berdampak kepada masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM turut menghadiri pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat periode 2026-2031.
Dalam kesempatannya, Dedi menekankan pentingnya objektivitas dalam menjalankan profesi kewartawanan.
Menurut Dedi, PWI memiliki posisi penting dalam kehidupan pers nasional karena merupakan organisasi profesi wartawan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia.
Baca Juga :
”PWI organisasi tertua di Indonesia, organisasi terbesar untuk objektif dalam menyajikan pemberitaan,” ujar Dedi.
Ia menilai objektivitas merupakan salah satu aspek penting yang perlu terus dijaga oleh wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, terlebih di tengah perkembangan informasi yang berlangsung cepat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026-2031, PWI Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga independensi dan kualitas jurnalistik, serta membangun komunikasi yang sehat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon, PWI Jabar juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi wartawan sekaligus organisasi profesi yang aktif menjalankan fungsi jurnalistik dan berkontribusi dalam mengawal pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat.
Sumber : PWI Kabupaten Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







