Home / Sosial Ekonomi

Minggu, 13 September 2026 - 14:06 WIB

Pilu Dua Anak Tinggal di Rutilahu Sukabumi, Kakek Sakit: Potret Kemiskinan di Nagrak Akhirnya Ditangani Kemensos

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Nagrak bersama Bidan Desa Darmareja saat memeriksa kesehatan sang Kakek Imi yang tempati Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

‎NAGRAK, MEDIAAKSARA.ID — Di balik geliat pembangunan Kabupaten Sukabumi, persoalan kemiskinan dan kerentanan ekonomi masih menyisakan cerita yang membutuhkan perhatian dan aksi sosial nyata.

‎Kisah pilu itu terlihat dari kehidupan dua bersaudara, AD (5) dan MAZ (10), warga Kampung Cibarengkok, RT 04/RW 06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

‎Keduanya kini diasuh oleh sang kakek, Imi (75), setelah persoalan keluarga membuat pengasuhan anak beralih kepadanya. Sementara itu, ibu kedua anak tersebut disebut sedang menjalani perawatan dan rehabilitasi karena persoalan kesehatan mental.

‎Kondisi memprihatinkan membuat kedua anak berada dalam situasi yang rentan. Salah satunya bahkan belum memperoleh kesempatan bersekolah seperti anak-anak seusianya.


Baca Juga : ‎

Tak Sekadar Seremoni! Mojang-Jajaka Sukabumi Ungkap Lilin Kecil di HJKS ke-156

‎AD dan MAZ tinggal bersama sang kakek di sebuah rumah panggung sebagian besar terbuat dari bambu yang masuk kategori rumah tidak layak huni (Rutilahu). Kondisi bangunan memprihatinkan. Sejumlah bagian atap dan dinding mengalami kerusakan serta terdapat lubang yang membuat rumah jauh dari kondisi hunian yang layak.

‎Di tengah keterbatasannya, persoalan semakin berat ketika kesehatan Kakek Imi menurun. Saat dikunjungi, sang kakek bersama kedua cucunya terlihat beristirahat di atas tikar di dalam rumah.

‎Situasi sosial kemudian mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Nagrak, Arum, mengatakan penanganan terhadap kedua anak dan Kakek Imi dilakukan melalui sinergi dengan Bidan Desa, khususnya untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi sang kakek.

‎Menurut Arum, penanganan juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha Cibadak.

‎”Alhamdulillah, Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha Cibadak turun tangan. Untuk pengobatan Kakek di rumah sakit maupun ibu dari kedua anak yang masih menjalani rehabilitasi kejiwaan, semuanya dibantu langsung oleh Kemensos,” ujar Arum, Jumat (12/9/2026).


‎Baca Juga : ‎

KONI Sukabumi Tancap Gas, 509 Personel Disiapkan Bidik 90 Medali di Porprov Jabar 2026

‎Untuk kedua anak, lanjutnya, pemerintah bersama pihak terkait tengah menyiapkan alternatif pengasuhan yang dinilai lebih aman dan mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.

‎”Untuk dua anak rencananya akan dicarikan panti asuhan dan nantinya akan disekolahkan di Sekolah Rakyat Phalamartha Cibadak oleh Kemensos,” ungkapnya.

‎Kasus keluarga ini menunjukkan potret kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dapat beririsan dengan persoalan pengasuhan, kesehatan, tempat tinggal, serta akses pendidikan anak.

‎Karena itu, penanganan tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat. Dibutuhkan pendampingan berkelanjutan agar kebutuhan dasar, perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan pengasuhan dapat dipastikan.


Baca Juga : ‎

Bukan Sekadar Lapak Buku! Poster Demokrasi ‘Prabowo dan Asep Japar’ Hiasi Mastaka UMMI 2026

‎Publik juga menunggu penjelasan dari instansi pemerintah daerah terkait, termasuk perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam perlindungan perempuan dan anak, mengenai langkah penanganan dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎Begitu pula peran wakil rakyat di daerah pemilihan wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan persoalan sosial seperti ini mendapat perhatian dan pengawasan sesuai kewenangannya.

‎Kasus sosial di Nagrak menjadi pengingat semua pihak, di tengah berbagai program pembangunan, masih ada keluarga rentan  yang membutuhkan kehadiran negara, dermawan secara nyata dan berkelanjutan.

‎

‎Sumber: Rd

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Potret Kemiskinan di Jalanan Kota Cibadak, Orang Tua Berjuang Menghidupi Anak Dari Memulung

Sosial Ekonomi

Gerai Dekranasda Jadi Sarana Promosi Produk UMKM Sukabumi ke Wisatawan ‎

Sosial Ekonomi

Pendamping Sosial Jampangkulon Perbarui Data DTSEN Warga Desa Tanjung Usai Viral di Media Sosial

Sosial Ekonomi

‎51 Rumah Tak Layak Huni di Ciambar Dapat Bantuan BSPS 2026, Pemdes Gelar Tender Rakyat ‎

Sosial Ekonomi

‎7 Warga Bojonggenteng Terima Bantuan Rutilahu 2026, Anggaran Rp20 Juta per Rumah

Sosial Ekonomi

Rutilahu Cicurug 2026: Disperkim Sukabumi Intervensi 7 dari 12 Usulan Rutilahu ‎

Sosial Ekonomi

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

Sosial Ekonomi

Gerak Sosial YFSBBP Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kalibunder ‎