Sambutan Dewex Sapta Anugerah terpilih memimpin PA GMNI Sukabumi Raya periode 2026-2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Sukabumi Raya / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Konferensi Cabang (Konfercab) III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Sukabumi Raya menjadi momentum membuka babak baru konsolidasi organisasi alumni GMNI di wilayah Sukabumi.
Forum yang digelar di Grand Riung Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Minggu (6/9/2026), tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Konfercab juga menjadi ruang menata kembali distribusi kader, memperkuat organisasi, sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangan GMNI tetap memiliki relevansi di tengah dinamika sosial masyarakat.
Dalam forum intelek, Dewex Sapta Anugerah terpilih sebagai Ketua PA GMNI Sukabumi Raya masa khidmat 2026-2031.
Konfercab III dibuka Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, bersama jajaran pengurus DPD PA GMNI Jawa Barat.
Baca Juga :
Dalam sambutannya, Ineu menegaskan Konfercab merupakan bagian dari proses restrukturisasi dan konsolidasi organisasi PA GMNI di berbagai wilayah Jawa Barat.
Menurutnya, konsolidasi tidak boleh berhenti pada persoalan administratif organisasi. Lebih jauh, proses demokrasi harus melahirkan kepemimpinan yang organik, mampu mendistribusikan kader, serta melakukan penataan organisasi agar keberadaan alumni GMNI semakin terarah dan memiliki daya guna bagi masyarakat.
”Konfercab PA GMNI Sukabumi Raya diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang organik, yang melakukan proses pendistribusian kader dan penataan organisasi ke depan dalam rangka membenahi alumni-alumni yang ada di Sukabumi Raya,” ujar Ineu.
Pesan moral nya menjadi penting di tengah kebutuhan organisasi untuk memperkuat kembali basis kader dan alumni. Sebab, bagi tradisi gerakan mahasiswa, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari kesinambungan sosok, ide, gagasan, dan praksis perjuangan.
Baca Juga :
Ketua terpilih PA GMNI Sukabumi Raya, Dewex Sapta Anugerah, menegaskan kepemimpinan baru harus dibangun melalui sinergitas dan kolaborasi seluruh alumni.

Dewex mendorong agar nilai-nilai ideologi GMNI tidak berhenti menjadi wacana yang hidup di ruang diskusi. Menurutnya, Marhaenisme harus hadir dalam ruang-ruang taktis maupun strategis melalui kerja konkret yang menyentuh persoalan masyarakat.
”Bagaimana melakukan sinergitas dan kolaborasi dalam rangka melaksanakan kerja-kerja ideologi dalam ruang-ruang taktis dan ruang-ruang strategis untuk membumikan Marhaenisme dalam ruang-ruang yang lebih konkret,” kata Dewex.
Ia kemudian menyerukan semangat perjuangan organisasi dengan pekikan, “GMNI Jaya! Marhaen Menang!”
Bagi Dewex, membumikan Marhaenisme berarti memastikan gagasan keberpihakan terhadap rakyat kecil tidak berhenti sebagai jargon politik maupun identitas organisasi.
Baca Juga :
Bejat! Ayah Kandung di Sukabumi Diduga Lecehkan Anak Sejak SD, Terancam 15 Tahun Penjara
Keberpihakan ke Rakyat tertindas, kata dia, harus diterjemahkan melalui kerja nyata, pengabdian, advokasi, serta keterlibatan aktif dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
”Sehingga manifestasi daripada keberpihakan terhadap kaum Marhaen mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya,” tegasnya.
Terpilihnya Dewex Sapta Anugerah di Konfercab III PA GMNI Sukabumi Raya menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru periode 2026-2031.
Tantangan berikutnya bukan hanya menjaga soliditas internal organisasi, publik menanti komitmen alumni GMNI dalam mengaktualisasikan nilai perjuangan dalam ruang sosial yang lebih luas.
Dengan demikian, konsolidasi PA GMNI Sukabumi Raya diharapkan tidak berhenti pada pergantian struktur kepemimpinan, melainkan berkembang menjadi kekuatan intelektual, sosial, dan kebangsaan yang mampu menghadirkan keberpihakan nyata kepada kaum Marhaen di tengah masyarakat.
Reporter : Ronald Alexander
Redaktur: Rapik Utama







