Kisah Tika Nurtika (kanan) pejuang melawan kanker payudara asal Sukabumi, menemukan harapan baru melalui pendampingan Sentra Phalamarta Cibadak sejak 2023 / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Perjuangan melawan kanker payudara tidak mudah bagi Tika Nurtika, warga Sukabumi. Namun, sejak 2023, ia mendapat pendampingan dari Sentra Phalamarta Cibadak, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Sosial RI.
Kisah perjuangan Tika terungkap dalam podcast Radio Citra Lestari Sukabumi. Ia menceritakan bagaimana pendampingan yang diterimanya menjadi sumber kekuatan untuk terus menjalani pengobatan sekaligus menghadapi tekanan secara emosional.
Menurut Tika, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan biaya pengobatan, tetapi juga pendampingan fisik dan mental. Para pendamping bahkan dianggapnya seperti keluarga sendiri.
Baca Juga :
Pemerintah Daerah Dikebut PSN, Kemenkop: Gerai KDKMP Ditargetkan Beroperasi Awal Oktober
“Ketika pertama kali didiagnosis, dunia rasanya runtuh. Namun, pendampingan dari Sentra Phalamarta sejak 2023 benar-benar menjadi titik balik,” ujar Tika kepada crew RCL Sukabumi.
Bagi Tika, kehadiran Sentra Phalamarta menjadi bukti pemerintah hadir mendampingi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit.
Momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 juga membuatnya memaknai perjuangan secara berbeda. Baginya, kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bangkit dari rasa takut dan kesendirian saat menghadapi penyakit.
Baca Juga :
15 Warga Sukabumi Pulang dari Kalimantan, Kondisi Kesehatan Diperiksa Puskesmas Cisaat
“Saya benar-benar merasakan apa arti merdeka yang sebenarnya. Merdeka dari rasa cemas dan rasa kesendirian menghadapi sakit. Bantuan ini memberi saya napas baru dan alasan untuk terus berjuang,” katanya, kamis (20/8/2026).
Sentra Phalamarta Cibadak sendiri memberikan layanan rehabilitasi sosial multifungsi bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS). Pendampingan terhadap Tika menjadi salah satu gambaran bagaimana dukungan sosial dapat membantu penerima manfaat tetap memiliki harapan dan semangat menjalani kehidupan.
Kisah Tika sekaligus menjadi pesan bahwa perjuangan menghadapi penyakit berat tidak harus dijalani seorang diri. Dukungan keluarga, pendamping, dan pemerintah dapat menjadi bagian penting dalam menjaga harapan dan keberlanjutan perjuangan.
Sumber : RCL Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







