Udin, 77 tahun, pedagang musiman mangkal di jalan Nyomplong, Kota Sukabumi, tetap berjualan bendera dan aksesori HUT RI ke-81 sambil mengingatkan warga tentang makna kemerdekaan / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Bulan Agustus selalu membawa berkah tersendiri bagi pedagang musiman. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jalanan mulai dipenuhi penjual bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga berbagai aksesori bernuansa kemerdekaan.
Di tengah semarak Agustusan, sosok Udin, 77 tahun, warga RT 01/RW 04, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, tetap setia menggelar lapak musiman di Jalan Nyomplong, dekat Lapas Kelas IIB Sukabumi.
Sejak 1 Agustus hingga 17 Agustus 2026, Udin menjajakan beragam bendera sekaligus menerima pesanan aksesori kemerdekaan. Ia mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, penjualan tahun sekarang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Udin saat ditemui MediaAksara.id, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga :
76 Paskibraka Nasional Dikukuhkan Wapres, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Menurutnya, sebagian pasokan barang dagangan didatangkan dari Garut. Harga yang ditawarkan pun beragam, menyesuaikan ukuran dan jenis bahan.
Bendera plastik biasa dijual sekitar Rp10 ribu, sedangkan bendera kain dibanderol mulai Rp5 ribu hingga Rp80 ribu. Selain bendera, Udin juga menerima pesanan pita Merah Putih untuk ikat kepala dengan harga sekitar Rp2.000 per buah.
Meski omzet harian tidak menentu, Udin menilai pendapatan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memutar modal dagang.
Menariknya, bagi Udin, berjualan bendera bukan semata-mata soal mencari penghasilan. Di usianya yang sudah 77 tahun, ia ingin aktivitas tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan.
Baca Juga :
32 Paskibraka Dikukuhkan Bupati Sukabumi, Siap Jalankan Tugas pada HUT ke-81 RI
“Saya selain dagang bendera juga punya misi mengingatkan perjuangan kemerdekaan. Setahun sekali, masyarakat diharapkan memasang bendera Merah Putih di rumah atau lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Udin mengakui pedagang musiman kini menghadapi persaingan dengan penjualan melalui platform online yang menawarkan harga lebih beragam. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berjualan.
Pesanan aksesori kemerdekaan masih berdatangan. Salah satunya pesanan pita Merah Putih untuk ikat kepala sebanyak 230 buah.
Bagi Udin, lapak sederhana di sudut Jalan Nyomplong bukan hanya tempat mencari rezeki. Setiap bendera yang dijual menjadi bagian kecil dari upayanya menjaga semangat kemerdekaan tetap berkibar di tengah masyarakat.
Reporter: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







