Sentra pertanian kopi Gegerbitung Kabupaten Sukabumi dengan luas lahan mencapai 310 hektare / Foto: Istimewa ‘Rcl Sukabumi ‘
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Kecamatan Gegerbitung semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra pengembangan kopi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal itu sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menetapkan wilayah Sukabumi utara sebagai kawasan pengembangan komoditas kopi.
Camat Gegerbitung, Sri Yulianti, mengatakan pelatihan bagi petani kopi menjadi momentum penting meningkatkan kapasitas petani, baik dalam budidaya, pengelolaan usaha, maupun pemasaran hasil produksi.
Menurutnya, berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi, tujuh desa di Kecamatan Gegerbitung memiliki kondisi geografis dan karakteristik lahan yang sangat mendukung pengembangan kopi.
Baca Juga :
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Simpenan Diusut Polisi, Kasus Dilimpahkan ke Unit PPA
Pada 2026, luas lahan kopi di Kecamatan Gegerbitung mencapai sekitar 310 hektare, terdiri atas 290 hektare kopi arabika dan 20 hektare kopi robusta yang dikelola kelompok tani di Desa Ciengang, Sukamanah, Caringin, dan Buniwangi.
Sri mengapresiasi kehadiran Anggota DPR RI Desy Ratnasari belum lama ini membawa program pembinaan bagi petani kopi. Menurutnya, kegiatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar kopi asal Gegerbitung.
Baca Juga :
Konferensi PWI Jabar Harus Menjadi Teladan Demokrasi Pers yang Bermartabat Terhindar Politik Uang
Meski demikian, ia mengakui infrastruktur masih menjadi tantangan, terutama akses menuju Desa Ciengang dan Sukamanah. Jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan mulai mendapatkan penanganan pada tahun ini melalui anggaran pokok pikiran (Pokir) DPRD.
“Kondisi infrastruktur memang menjadi tantangan karena wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas. Namun, alhamdulillah tahun ini mulai ada pembangunan sehingga akses menuju Ciengang dan Sukamanah sedikit demi sedikit semakin baik,” ucapnya selepas mengikuti kegiatan bersama Desy Ratnasari.
Ia berharap pembangunan infrastruktur yang terus berjalan dapat memperkuat daya saing kopi Gegerbitung sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Sumber : @Pr1m
Redaktur: Rapik Utama







