Home / Kabar Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:39 WIB

Heri Gunawan Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Dugaan Susu Kedaluwarsa Penyebab Puluhan Siswa Keracunan

Heri Gunawan desak evaluasi Program MBG usai dugaan susu kedaluwarsa di SPPG Cibadak 02 menyebabkan keracunan puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SDN Bojongkoneng, pada Selasa (28/7), Kampung Bojong Jagal, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Insiden memilukan diduga pelajar usai konsumsi susu kedaluwarsa yang dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibadak 02. Heri menilai peristiwa itu menjadi sinyal perlunya penguatan sistem pengawasan terhadap kualitas bahan pangan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.

“Harus ada quality control terhadap makanan maupun minuman yang disajikan. Jika pengawasan berjalan dengan baik, kejadian seperti ini semestinya bisa dicegah. Karena itu, perlu evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap pihak yang bertanggung jawab dalam proses pengawasan,” ujar Heri, Kamis (30/7/2026) di rumah aspirasi inspirasi (RAI).


Baca Juga :

Viral! Deddy Sitorus Sebut Wartawan “Seperti Sirkus”, Kecaman Meluas hingga Terancam Dilaporkan ke MKD DPR RI 

Legislator dari Daerah Pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi itu menegaskan, pemeriksaan kelayakan bahan pangan, termasuk masa kedaluwarsa produk susu, merupakan prosedur dasar yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak pada keselamatan peserta didik sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional (PSN) .

Meski demikian, Heri menegaskan pasca insiden tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, MBG merupakan PSN yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).


Baca Juga :

Diduga Abai Atau Sengaja? Sungai Berubah Keruh, Warga Cikembar Riskan Limbah Batu Hijau Cemari Sumber Air Bersih

“Yang harus dibenahi adalah pelaksanaannya, bukan programnya. Program ini sudah menjadi kebijakan nasional. Yang diperlukan sekarang adalah evaluasi total, mulai dari penyedia, SPPG, hingga mekanisme penerimaan dan pengawasan di lapangan,” tegasnya dari fraksi Gerindra.

Heri juga meminta pengelola Program MBG bertindak transparan dalam mengusut penyebab insiden tersebut serta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai.

“Jangan sampai niat baik pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak tercoreng akibat kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

 

Sumber : @Pr1m

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Satres Narkoba Polres Sukabumi Telusuri Jaringan Pemasok Sabu di Gunungguruh ‎

Kabar Daerah

BARA Desak Pemkab Sukabumi Perketat Pengawasan dan Uji Kelayakan Dapur SPPG

Kabar Daerah

Pengawasan SPPG Sukabumi Disorot, AMUSI Minta Hasil Inspeksi Dibuka ke Publik

Kabar Daerah

Karang Taruna Sukabumi Minta Maaf Soal Dugaan Peredaran Miras di Sekretariat Benteng, Bukan Oplosan dan Akui Ada 18 Botol ‎

Kabar Daerah

Pembangunan Masjid Cisayar Sukabumi Capai 85 Persen, CV Demi Karya: Ditargetkan Selesai Desember 2026

Kabar Daerah

Dari Jembatan Bambu Menjadi Jembatan Gantung Kokoh, TNI Bangun Akses Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

Kabar Daerah

Gunung Tumpeng dan Pulau Kunti Sukabumi, Dua Jejak Geologi yang Mengungkap Sejarah Samudera Purba di Ciletuh ‎

Kabar Daerah

Petani Baru Ajol Sukabumi Minta Kepastian Status Lahan Eks PTPN dan Tidak Menolak Pembangunan Yonif TP 345