Jembatan ambruk akibat gerusan air sungai penghubung dua desa di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Jembatan penghubung antara Desa Bojonggling dan Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Runtuhnya jembatan akibat pondasi yang tergerus derasnya aliran sungai membuat akses vital masyarakat terputus.
Jembatan berada di Kampung Pasirbentik, RT 01 RW 01, Desa Bojonggling, kini tidak dapat dilalui. Akibatnya, warga harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh, sementara sebagian lainnya terpaksa menunda aktivitas sehari-hari.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bojonggenteng, Siti Nuraeni, bersama pemerintah desa, TNI, Polri, Tagana, Satpol PP, relawan Bareta, dan masyarakat langsung melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi kejadian.
Siti Nuraeni menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pondasi jembatan mengalami kerusakan akibat gerusan arus sungai yang terus mengikis bagian bawah konstruksi hingga kehilangan daya dukung.
“Gerusan air terjadi pada bagian bawah jembatan sehingga pondasinya mengalami kerusakan dan akhirnya ambruk. Kami langsung melakukan asesmen bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mendata kebutuhan penanganan darurat,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, prioritas penanganan saat ini adalah mengamankan lokasi, mengevakuasi material jembatan yang runtuh, serta mempercepat koordinasi dengan pemerintah daerah agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau warga untuk tidak memaksakan melintas di sekitar lokasi. Saat ini kami juga mengusulkan kebutuhan bronjong untuk menahan gerusan sungai serta material pembangunan jembatan agar akses masyarakat bisa segera dipulihkan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, putusnya jembatan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat karena jalur tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan kedua desa dan digunakan setiap hari untuk kegiatan pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga aktivitas sosial.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







