Yusuf Taojiri resmi menjadi Kepala Desa PAW Cibolang 2026–2030 usai meraih 65 suara dalam Musdes Pilkades PAW Cibolang, Kecamatan Gunungguruh kabupaten Sukabumi/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Mantan Kepala Desa Cibolang, Yusuf Taojiri resmi terpilih sebagai Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Cibolang periode 2026–2030 setelah meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Desa (Musdes) PAW yang digelar di SDN Mangkalaya 1, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan hasil resmi yang diumumkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Yusuf Taojiri memperoleh 65 suara dari total 121 suara sah atau sekitar 54 persen. Sementara itu, Suharyo (nomor urut 2) memperoleh 9 suara dan Ardiansyah (nomor urut 3) meraih 47 suara. Dengan hasil tersebut, Yusuf Taojiri ditetapkan sebagai Kepala Desa PAW Cibolang.
Usai ditetapkan sebagai pemenang, Yusuf yang akrab dipanggil Apih, kepada awak media menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Musdes yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama para peserta Musdes yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Desa Cibolang,” ujarnya.
Yusuf mengungkapkan, keputusannya maju sebagai calon kepala desa bukan karena ambisi pribadi. Ia mengaku terdorong oleh dukungan masyarakat dan para tokoh yang menginginkan adanya perubahan serta pembenahan di Desa Cibolang.
“Awalnya saya tidak memiliki ambisi untuk mencalonkan diri. Namun atas dorongan masyarakat dan para tokoh, dengan niat mengabdi karena Allah SWT saya akhirnya mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa,” katanya.
Menurutnya, Desa Cibolang masih membutuhkan pembenahan di berbagai sektor. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun desa melalui semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara

“Ke depan kita harus bergerak bersama. Dengan kebersamaan dan sinergi, insyaallah kita bisa mewujudkan harapan masyarakat untuk memajukan Desa Cibolang,” tuturnya.
Ia juga mengakui tantangan pembangunan desa saat ini cukup berat karena anggaran desa mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya dana desa mencapai sekitar Rp1,1 miliar, kini hanya berkisar Rp372 juta sehingga diperlukan strategi pembangunan yang lebih efektif.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Yusuf berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, DPRD, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya agar aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui program-program pembangunan.
“Kami akan mengoptimalkan kemitraan dengan pemerintah daerah, DPRD, maupun pihak lainnya agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dan pembangunan di Desa Cibolang tetap berjalan,” jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan, Yusuf juga berkomitmen menelusuri persoalan aset desa yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut terdapat informasi bahwa sejumlah aset yang berada di wilayah geografis Desa Cibolang belum tercatat sebagai aset desa sejak dahulu proses pemekaran terjadi.
“Saya ingin mempelajari persoalan ini lebih dalam. Jika memang benar, kami akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar aset yang secara geografis berada di wilayah Desa Cibolang dapat kembali menjadi aset Desa Cibolang sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Menurut Yusuf, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmennya memperkuat kemandirian desa melalui kepastian kepemilikan aset yang dapat dimanfaatkan bagi pelayanan publik dan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Desa Cibolang.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







