Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch II APBN 2026 yang menghadirkan 10 program kejuruan untuk mencetak tenaga kerja kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia kerja / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID –Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi tenaga kerja. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Pelatihan Vokasi Nasional Batch II APBN Tahun Anggaran 2026, Selasa (23/6/2026).
Pembukaan pelatihan dilakukan Selasa (23/6/2026), sementara kegiatan pelatihan dipusatkan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi menegaskan program pelatihan vokasi merupakan langkah strategis meningkatkan kompetensi generasi gen-z agar mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.
“Tujuan penyelenggaraan pelatihan ini sangat mulia, yakni menyiapkan 176 peserta tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. Hal ini sekaligus mendukung pengembangan ekonomi yang berbasis kebutuhan pasar kerja serta potensi unggulan daerah,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, seluruh bidang keahlian yang dibuka dalam pelatihan memiliki prospek yang menjanjikan bagi dunia usaha maupun perkembangan ekonomi daerah. Selain menjadi bekal memasuki dunia kerja, keterampilan yang diperoleh peserta juga dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Karena itu, Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang didapatkan dapat menjadi modal berharga dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan di masa depan.
Sigit juga menyampaikan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia usaha saat ini.
“Pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar kebutuhan pasar. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal sehingga setelah lulus memiliki kemampuan yang siap diterapkan, baik untuk bekerja di perusahaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Sigit.
Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu kunci dalam menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelatihan Vokasi Nasional Batch II APBN Tahun Anggaran 2026 membuka 10 program kejuruan, yaitu pembuatan roti dan kue, pemeliharaan AC rumah tangga, finishing kayu teknik semprot dasar, pengoperasian software office tingkat lanjut, pemeliharaan sepeda motor injeksi dasar, pengelolaan administrasi perkantoran, menjahit pakaian wanita dewasa, plate welder SMAW 2G/PC, pengoperasian mesin bubut, serta pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama






