Keluarga besar Yayasan Misbahul Aulad Kota Sukabumi bersama unsur pemerintah mengawal Pawai Tasyakur Akhir Tahun Ajaran 2025-2026 / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Yayasan Misbahul Aulad (YMA) menggelar Pawai Tasyakur Akhir Tahun Ajaran 2025-2026 pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan melibatkan pelajar RA, MI, TPQ, pasukan M-Band, para guru, serta orang tua siswa berlangsung meriah dan penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya proses pembelajaran selama satu tahun ajaran.
Sejak pagi, para peserta berkumpul di Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sebelum pawai dimulai, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Agus Gunawan sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Usai doa bersama, pawai secara resmi dilepas oleh Pembina Yayasan Misbahul Aulad. Iring-iringan pawai diawali patroli pengawal, pembawa banner tasyakur, bendera korps, banner dan bendera MDC, hingga pasukan M-Band yang diikuti para pelajar dan orang tua.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, panitia terlebih dahulu menyosialisasikan tata tertib pawai. Seluruh peserta diimbau berjalan berpasangan, menjaga jarak dan kekompakan barisan, tidak saling mendahului, serta mengikuti arahan panitia dan dewan guru selama kegiatan berlangsung.

Di tengah perjalanan, peserta sempat beristirahat di kawasan Jalan Pasundan untuk minum dan merapikan kembali barisan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yayasan Misbahul Aulad di Jalan Pajagalan.
Pembina Yayasan Misbahul Aulad, Muhammad Soleh, mengatakan kegiatan tasyakur bukan sekadar perayaan berakhirnya tahun ajaran, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap keberhasilan dan capaian belajar harus disyukuri. Pawai tasyakur ini mengajarkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, ketertiban, serta rasa cinta kepada lembaga dan lingkungan sekitar,” ujarnya pada Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, rasa syukur merupakan kunci penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, para siswa diajak memahami bahwa perjalanan menuntut ilmu adalah nikmat yang harus dijaga dengan semangat belajar dan sikap rendah hati.
“Semoga kegiatan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan tidak hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan hati yang bersyukur, insya Allah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkas Muhammad Soleh.
Reporter : Sr1
Redaktur: Rapik Utama







