Home / Seni Budaya

Senin, 18 Mei 2026 - 09:37 WIB

Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda di Gedung Sate, Angkat Filosofi Kasundaan dan Semangat Pajajaran Anyar

Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda di Gedung Sate menghadirkan tokoh nasional bersama kepala daerah se Jawa Barat/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID — Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda digelar di Gedung Sate Bandung, Ahad (17/5/2026) malam, sebagai bagian dari rangkaian Kirab Budaya Hari Jadi Tatar Sunda. Kegiatan dihadiri sejumlah kepala daerah, tokoh budaya, serta Ibu Bangsa Sinta Nuriyah Wahid. Hadir pula Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

Dalam prolog acara, Bagus Muljadi memaparkan konsepsi kasundaan melalui berbagai referensi secara holistik. Menurutnya, Sunda tidak hanya dimaknai sebagai identitas etnis, tetapi juga sebagai peradaban yang lekat dengan ilmu pengetahuan, tata nilai, dan filosofi kehidupan masyarakat.


Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan filosofi “papat kalima pancer” yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam semesta. Filosofi tersebut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi dan kelestarian lingkungan di tanah Sunda.

Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda di Gedung Sate dihadiri Kang Dedi Mulyadi, Ayep Zaki, dan Bobby Maulana, ditutup drama musikal Pajajaran Gugat karya Sujiwo Tejo/ Foto: Istimewa
Peuting Munggaran Hari Jadi Tatar Sunda di Gedung Sate dihadiri Kang Dedi Mulyadi, Ayep Zaki, dan Bobby Maulana, ditutup drama musikal Pajajaran Gugat karya Sujiwo Tejo/ Foto: Istimewa

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan drama musikal kolosal Pajajaran Gugat yang disutradarai Sujiwo Tejo dan diperankan sejumlah pesohor nasional. Pertunjukan itu mengangkat kisah “hirup kumbuh” pada masa Pajajaran sekaligus menyampaikan pesan tentang semangat menyonkumbuh”Pajajaran Anyar” dengan tetap berpijak pada budaya, tradisi, dan kelestarian alam.

Kegiatan budaya menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kasundaan, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan peringatan Hari Jadi Tatar Sunda menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, budaya Sunda tidak hanya harus dilestarikan sebagai warisan leluhur, tetapi juga dijadikan landasan dalam membangun karakter masyarakat yang harmonis, religius, dan peduli lingkungan.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Kirab Budaya Hari Jadi Tatar Sunda yang dinilai mampu mempererat kebersamaan antar daerah di Jawa Barat serta memperkuat semangat menjaga budaya dan alam sebagai bagian dari jati diri masyarakat Sunda.

 

Sumber: Dokpim Kota Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Seni Budaya

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam di Pulosari Sukabumi Teguhkan Pelestarian Budaya dan Nilai Keagamaan

Seni Budaya

Bobby Maulana Ajak Pelajar Cintai Budaya Lokal dan Bijak Bermedia Sosial Wujudkan Generasi Emas

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Cisolok ke-29 Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Pesisir Sukabumi

Seni Budaya

Syukuran Nelayan Ujung Genteng ke-60: Magnet Wisata Budaya, Bupati Sukabumi Tekankan Kelestarian Laut

Seni Budaya

Ratusan Pelajar Ramaikan Festival Pencak Silat Sukabumi, Ajang Seleksi Atlet Popwilda dan Pelestarian Budaya Bangsa

Seni Budaya

Hari Nelayan Nasional ke-66 di Palabuhanratu Meriah, Warisan Budaya Sunda Memikat Ribuan Wisatawan

Seni Budaya

Delegasi Pencak Silat Italia Kunjungi Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Kota Jadi Destinasi Budaya Dunia

Seni Budaya

Lautan Manusia Padati Palabuhanratu! Putri Nelayan dan Pawai Budaya Hari Nelayan 2026 Bikin Wisatawan Penasaran