Home / Kabar Daerah

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:17 WIB

Desa Wisata Sukabumi dan Ruang Jiwa dari Meja Kopi Gaud

Ngopi diskusi ala C’Kopi Gaud: Membaca Masa Depan 31 Desa Wisata Sukabumi dari Meja Kopi dan Literasi Budaya/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Aroma kopi dan obrolan hangat menyatu di sudut C’Kopi Gaud yang berada di Jl. A.Yani, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Dari meja sederhana itu, lahir percakapan tentang masa depan 31 desa wisata yang baru dikukuhkan Bupati Sukabumi, Asep Japar, di kawasan Karangpara, Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Bagi para pegiat media, literasi, dan budaya yang berkumpul, pengukuhan desa wisata bukan sekadar agenda seremonial. Sukabumi dinilai sedang membangun wajah baru pariwisata berbasis masyarakat yang bertumpu pada identitas lokal, kelestarian alam, dan kekuatan ekonomi warga desa.

Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi sekaligus pemilik C’Kopi Gaud yang akrab dipanggil Avhes, menyebut desa wisata sebagai ruang untuk menjaga orisinalitas budaya dan kehidupan pedesaan.


Menurutnya, kekuatan Sukabumi bukan hanya pada panorama alam, tetapi juga pada keramahan warga, seni arsitektur lokal, hingga ritme hidup desa yang kini semakin dicari masyarakat urban.

Pandangan serupa disampaikan CEO Wartain.com, Siti Ratna Maymunah. Ia melihat hadirnya desa wisata akan membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal, penginapan rakyat, hingga kelompok perempuan pengrajin desa.

“Perputaran ekonomi dari wisatawan akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Sementara itu, Achmad Zazuli dan Dede Heri menilai Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis ketenangan dan penyembuhan jiwa atau spiritual tourism.

Keheningan alam Buniayu, suasana Gunung Wayang, hingga aliran air Leuwi Ereng dinilai bukan sekadar destinasi visual, melainkan ruang refleksi bagi masyarakat perkotaan yang lelah dengan hiruk-pikuk kehidupan modern.


Diskusi di meja kopi itu akhirnya bermuara pada satu kesadaran bersama: pembangunan desa wisata membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk media dan komunitas literasi.

Peran media dinilai penting membangun edukasi sadar wisata, memperkenalkan keunikan tiap desa ke tingkat nasional, sekaligus mengawal pembangunan agar tetap menjaga kelestarian alam dan adat istiadat masyarakat setempat.

Di tengah dinginnya kopi yang mulai tersisa di dasar cangkir, semangat membangun wajah baru pariwisata Sukabumi justru terasa semakin hangat.

 

Sumber: @A4b

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

UMKM Herbal Cidahu Sukabumi Bertahan Sejak 1998, JAHE NU SAE Jaga Warisan Minuman Tradisional

Kabar Daerah

Proyek Masjid Cisayar Sukabumi Mandek, Publik Desak Transparansi Audit Anggaran dan Pengawasan Yayasan

Kabar Daerah

HATI Gelar Seminar Nasional, Dorong Kebangkitan Petani melalui Pertanian Terpadu dan Pendidikan

Kabar Daerah

Diskusi di C’Kopi Gaud Sukabumi Soroti Ketahanan UMKM di Tengah Geopolitik Global

Kabar Daerah

Warga Gegerbitung Sukabumi Keluhkan Jalan Rusak, Akses Sekolah hingga Kesehatan Terhambat

Kabar Daerah

Sukabumi Factory Dorong Ketahanan Pangan Warga Lewat Pemanfaatan Pekarangan dan Hidroponik

Kabar Daerah

Tekuni Usaha Batu Bata Selama 3 Tahun, Pengrajin di Jampangkulon Raup Rp3 Juta per Bulan

Kabar Daerah

Warga Cikembar Residence Tagih Janji Developer, Split SPPT Tak Kunjung Rampung! Ini Kata Bapenda Sukabumi