Camat Jampangkulon Sukabumi menarik DP umrah Rp5 juta untuk memulai donasi bedah rumah warga miskin. Pengusaha ikut gotong royong bantu hingga Rp70 juta/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Uang muka umrah sebesar Rp5 juta yang sebelumnya disetorkan Camat Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Dading, mendadak ditarik kembali. Namun keputusan itu bukan karena gagal berangkat ibadah, melainkan demi membantu warga kurang mampu melalui program bedah rumah.
Dana tersebut menjadi pemantik gerakan gotong royong pengusaha di Kecamatan Jampangkulon untuk membangun rumah layak huni milik Bu Nunung, warga Kampung Talagasari, Desa Bojongsari. Proses pembongkaran rumah dimulai pada Minggu (10/5/2026).
Program kemanusiaan ini disebut murni hasil kepedulian sosial para pengusaha tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Total bantuan yang terkumpul mencapai sekitar Rp70 juta dalam bentuk uang tunai dan material bangunan.
Perwakilan pengusaha Jampangkulon, Iin Sodik Qo dari CV Nadzma Zakia Umroh Paramount Cinagen, mengatakan langkah Camat Dading menjadi pemicu solidaritas para pelaku usaha di wilayah tersebut.
“Uang DP umroh Rp5 juta yang sempat disetorkan Pak Camat ditarik kembali untuk membuka donasi. Langkah beliau ternyata menggerakkan pengusaha lain ikut membantu,” ujarnya.

Tak hanya membangun rumah, para donatur juga sepakat melengkapi kebutuhan isi rumah agar bisa langsung ditempati secara layak oleh keluarga penerima bantuan.
“Selain bangun rumahnya, kami juga akan melengkapi perabot seperti mesin air, kursi, tempat tidur, televisi, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya,” tambah H. Iin.
Ia menyebut kepedulian Camat Dading menjadi hal langka yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jampangkulon.
“Sepanjang sejarah Jampangkulon, baru kali ini ada camat yang menginisiasi bedah rumah tanpa anggaran pemerintah. Kami sangat terharu,” katanya.
Sementara itu, Camat Jampangkulon Dading menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengusaha dan warga yang ikut membantu proses pembangunan rumah Bu Nunung.
“Ini wujud kepedulian sosial yang luar biasa. Semoga semua bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan dibalas berlipat,” ungkapnya.
Ke depan, program bedah rumah berbasis gotong royong tersebut direncanakan terus berlanjut untuk membantu warga kurang mampu lainnya di wilayah Jampangkulon. Bagi Bu Nunung dan keluarganya, rumah baru lengkap dengan isinya diharapkan menjadi awal kehidupan yang lebih aman, sehat, dan layak.
Sumber: @Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







