Peserta Job Fair 2026 di Politeknik Sukabumi mengadu nasib dengan mendaftar pelatihan kerja berbasis industri / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Politeknik Sukabumi semakin memperkuat perannya dalam menekan angka pengangguran dengan menghadirkan program nyata berbasis kebutuhan industri. Tak sekadar institusi pendidikan, kampus ini kini aktif menjadi penghubung antara dunia usaha dan pencari kerja lokal.
Direktur Politeknik Sukabumi, Nur Fauzi Soelaiman, mengungkapkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya menghadirkan pelatihan berbasis industri yang terbuka tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum.
“Kami ingin mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus menyiapkan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Beragam pelatihan disiapkan, mulai dari bahasa asing seperti Mandarin dan Jepang, hingga keterampilan praktis seperti menjahit dan cooking. Program ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya itu, Politeknik Sukabumi bersama Dinas Tenaga Kerja juga mendorong penyelenggaraan job fair secara rutin hingga empat kali dalam setahun. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses kerja dan membuka peluang gaji kompetitif bagi masyarakat.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/iket-sunda-simbol-kesatuan-jati-diri-yang-bertahan-di-tengah-gempuran-zaman/
Di sisi akademik, kurikulum berbasis praktik dan kerja sama industri terus diperkuat agar lulusan siap kerja sejak hari pertama. Meski sebagian pelatihan kini berbayar untuk menjaga kualitas fasilitas dan pengajar, komitmen mencetak tenaga kerja unggul tetap menjadi prioritas utama.
Melalui berbagai program berkelanjutan, Politeknik Sukabumi optimistis mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM sekaligus menekan angka pengangguran secara signifikan di Kota Sukabumi.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







