Puluhan emak-emak melakukan aksi pada Jumat (21/02/2025) di Depan gerbang PT. Tangkil Farm di Kampung Tangkil, RT 04/RW 01, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pasca puluhan emak-emak melakukan aksi pada Jumat (21/02/2025) untuk memprotes merebaknya wabah lalat yang telah mengganggu warga selama dua minggu terakhir. Warga menduga wabah ini berasal dari peternakan ayam milik PT. Tangkil Farm yang berlokasi di Kampung Tangkil, RT 04/RW 01, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Dalam aksi tersebut, warga yang didominasi emak-emak menyuarakan sejumlah tuntutan kepada PT. Tangkil Farm. Mereka mendesak perusahaan segera melakukan penyemprotan sanitasi anti-lalat di lingkungan sekitar peternakan, termasuk di permukiman warga Kampung Cibaregbeg, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug. Selain itu, mereka meminta agar pihak perusahaan segera mengatasi wabah lalat yang telah meresahkan warga.
Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, memberikan tanggapan terkait aksi ini saat dihubungi oleh mediaaksara.id. Ia menjelaskan bahwa hasil sidak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan agar PT. Tangkil Farm untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Segala temuan dalam sidak DLH harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Kami menekankan bahwa semua ajuan warga berada dalam ranah Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Ijang, Senin (24/02/2025)
Lebih lanjut, Ijang berharap agar perusahaan dan masyarakat dapat menjaga kondusivitas serta menaati aturan agar masalah serupa tidak terulang. Ia juga menegaskan pentingnya penegakan aturan dengan sanksi yang bersifat edukatif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.
“Setiap perusahaan tentu menginginkan kelancaran operasional, sementara pemerintah desa ingin memastikan lingkungan tetap kondusif. Oleh karena itu, kami menekankan agar PT. Tangkil Farm segera menindaklanjuti hasil sidak DLH,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT. Tangkil Farm belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga.
Reporter : Rapik Utama







