Home / Kabar Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 11:29 WIB

KAHMI Minta KCD Jabar Gercep Atasi Konflik SMK di Sukabumi dan Cegah Pungli Perpindahan Siswa

Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam: Tekankan Solusi Cepat, Jangan Ada Pungli di Balik Konflik SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Konflik internal yang melanda SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kian memanas dan mengancam keberlangsungan pendidikan siswa.

Sebagai langkah darurat, seluruh siswa kelas 12 diputuskan dimutasikan ke SMK Dwiwarna Warungkiara guna memastikan proses kelulusan tetap berjalan sesuai jadwal pada 5 Mei 2026.

Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menegaskan keselamatan pendidikan siswa harus menjadi prioritas utama di tengah konflik internal sekolah.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan anak-anak didik agar pendidikannya tetap berlangsung, khususnya kelas 12 yang akan segera lulus,” ujarnya melalui seluler.

Aam juga meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat untuk berkomitmen berperan aktif memfasilitasi penyelesaian konflik. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pihak yayasan dan sekolah agar persoalan tidak semakin berlarut.

“Jangan sampai kepentingan pendidikan siswa menjadi korban konflik internal. KCD harus hadir dan menjembatani penyelesaian dengan mengedepankan kepentingan yang lebih besar,” tegasnya pada Rabu (22/4/2026).

Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Selain itu, ia mendorong penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan seluruh pihak terkait. Menurutnya, konflik ini harus segera dituntaskan demi menjaga wajah pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Aam juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah, khususnya swasta, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Ia menilai peran pemerintah daerah dan provinsi sangat krusial dalam melakukan pembinaan terhadap yayasan maupun pihak sekolah.

“Ke depan, ini harus menjadi catatan serius. Pembinaan dan pengawasan harus diperkuat agar konflik seperti ini tidak kembali terjadi di sekolah lain,” kata Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi.

Terkait potensi praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pemindahan siswa, Aam mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.

“Jangan sampai ada oknum yang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Pendidikan anak tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan sempit,” tegasnya.

Ia pun berharap seluruh pihak dapat bersikap bijaksana dan mengedepankan kepentingan siswa sebagai prioritas utama.

“Saya yakin semua pihak bisa menyelesaikan ini dengan baik, demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak kita,” pungkasnya.

 

Reporter : Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak

Kabar Daerah

Laskar Fisabilillah Soroti Pengawasan Miras di Sukabumi, Pemkot Didesak Bertindak

Kabar Daerah

Terjerat Kasus Dugaan Pencurian di Toserba Sukabumi, Driver Ojol Berharap Keadilan Restoratif di Polsek Cibadak

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎