Produk HHBK Desa Cipeuteuy Kabandungan Sukabumi kembangkan madu trigona dorong ekonomi warga sekaligus jaga kelestarian hutan/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Masyarakat Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi mulai mengembangkan potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai sumber ekonomi berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.
Produk unggulan yang dikembangkan antara lain Galih Madu Trigona dan Sabun Cair Galih Trigona. Komoditas madu trigona menjadi andalan karena memiliki nilai ekonomi serta mudah dibudidayakan di sekitar kawasan hutan yang masih terjaga.
Selain itu, masyarakat juga mengembangkan produk turunan dan komoditas agroforestri berupa kopi Arabika dan Robusta yang ditanam secara ramah lingkungan di lahan sekitar hutan.
Ketua KTH Kopel, Sugiri, menyampaikan budidaya lebah trigona dan pengolahan produk herbal merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian hutan. Kolaborasi juga dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani dalam memproduksi minuman herbal alami.
Saat ini, produk HHBK mulai dipasarkan secara terbatas. Galih Madu Trigona dijual sekitar Rp50 ribu per 100 ml, Sabun Cair Rp10 ribu per 200 ml, serta kopi Arabika Rp90 ribu dan Robusta Rp60 ribu per 250 gram.
Inisiatif warga Kampung Sukagalih ini menjadi contoh nyata pengelolaan hutan berbasis konservasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Reporter: Asep M’rhe
Redaktur: Rapik Utama
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id







