Home / Kabar Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 17:14 WIB

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Sukabumi Justru Terima Setengahnya, Ada Apa di Balik Rantai Distribusi?

Harga cabai di pasar Jabodetabek tembus Rp100 ribu per kg, namun petani Kabandungan Sukabumi hanya menerima Rp40–55 ribu/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Harga cabai rawit di sejumlah pasar wilayah Jabodetabek dilaporkan melonjak hingga Rp80.000–Rp120.000 per kilogram. Ironisnya, petani di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, hanya menerima Rp40.000–Rp55.000 per kilogram di tingkat kebun.

Kesenjangan harga yang mencapai hampir dua kali lipat ini kembali menyoroti panjangnya rantai distribusi komoditas hortikultura dari petani hingga ke konsumen. Di pasar tradisional Bogor, harga cabai rawit berkisar Rp80.000–Rp120.000 per kilogram, sementara di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang berada di kisaran Rp75.000–Rp80.000 per kilogram.

Petani lokal justru belum menikmati lonjakan harga tersebut. Endi (36), petani cabai di Kecamatan Kabandungan, mengungkapkan bahwa harga di tingkat petani masih jauh dari harga pasar.

“Harga di petani sekitar Rp40 ribu untuk grade B, sedangkan grade A sekitar Rp55 ribu per kilogram,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menilai, informasi kenaikan harga di pasar sering tidak berdampak langsung pada pendapatan petani. “Di berita katanya sampai Rp100 ribu, tapi di petani tidak sampai segitu. Selisihnya jauh sekali,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Enah (53), petani lainnya yang menyebut posisi petani masih menjadi pihak paling lemah dalam rantai perdagangan.

“Kalau panen banyak, harga langsung turun. Sekarang masih Rp40 ribu sampai Rp55 ribu per kilo, tergantung kualitas,” katanya.

Di sisi lain, biaya produksi terus meningkat. Harga pupuk dan obat-obatan yang naik membuat margin keuntungan petani semakin tertekan.

“Biaya naik terus, tapi harga jual di petani tidak ikut naik seperti di pasar kota,” ujar Enah.

Fenomena ini menegaskan persoalan utama bukan hanya pada produksi, melainkan juga pada distribusi dan tata niaga. Selama rantai distribusi masih panjang dan posisi tawar petani lemah, kenaikan harga di pasar tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan petani di daerah produksi.

 

Reporter: Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

FKDT Kabupaten Sukabumi Matangkan PORSADIN VIII, Seluruh Lintas Sektor Siap Sukseskan Ajang Diniyah

Kabar Daerah

Ratusan Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Laksanakan KKN di 10 Desa dan 1 Kelurahan Jampangkulon

Kabar Daerah

Proyek Rp1,4 Miliar Revitalisasi SMP Islam Masagi Sukabumi 60 Persen, Panitia Pastikan Tak Ada Pungli

Kabar Daerah

Danrem 061/Surya Kencana Bersama Dandim 0622 Sukabumi Tinjau Kesiapan Yon TP 331 Sanca Manggala 

Kabar Daerah

Forkopimcam Jampangkulon Ajak Warga Semarakkan PORSADIN 2026 dan HUT ke-81 RI dengan Pasang Bendera Merah Putih

Kabar Daerah

Polemik Wakaf ASN Kota Sukabumi Berakhir? Anggota DPRD PKS Sebut Tak Ada Lagi Pungutan yang Dikondisikan

Kabar Daerah

Forkopimda Kota Sukabumi Absen di HUT Dadali Pati, Paguyuban Pencak Silat Kecewa hingga Ancam Somasi

Kabar Daerah

Ujian Kenaikan Tingkat KODRAT Sukabumi Bertepatan HUT Tarung Derajat ke-54, Siapkan Atlet Menuju Porda Jabar