Kantor Desa Mekarjaya Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarjaya, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi menuai sorotan warga. Pasalnya, lembaga yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa itu dinilai belum menunjukkan hasil nyata.
Sejumlah warga mempertanyakan transparansi pengelolaan BUMDes, terutama terkait anggaran yang disebut terus bergulir setiap tahun, namun tidak terlihat perkembangan usaha yang jelas.
“Kami tidak pernah tahu BUMDes ini menjalankan usaha apa. Hasilnya juga tidak pernah dijelaskan,” ujar seorang warga yang engan disebutkan namanya, Rabu (1/4/2026).
Keresahan warga muncul karena sejak awal BUMDes diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun hingga kini, manfaat tersebut dinilai belum dirasakan.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Mekarjaya, Utom Bustomi, menegaskan pada tahun 2025 tidak ada penganggaran untuk BUMDes. Ia menyebut penambahan modal terakhir dilakukan pada 2024.
“Tahun 2025 tidak ada anggaran. Penambahan modal terakhir itu di tahun 2024,” jelasnya, Kamis (2/4/2026).
Meski begitu, warga tetap berharap adanya keterbukaan terkait laporan kegiatan usaha dan penggunaan anggaran. Mereka juga meminta pemerintah desa segera melakukan evaluasi menyeluruh agar BUMDes dapat berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi desa.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







