Home / Kabar Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:57 WIB

Dari Serabutan ke Gaji Tetap: Harapan Baru Warga Sukabumi di Balik Dapur SPPG Assalam Sukaharja

Aktivitas pekerja di dapur SPPG Pondok Pesantren Modern Assalam Sukaharja Warungkiara Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID — Di balik hiruk-pikuk aktivitas dapur SPPG Assalam Sukaharja, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang kini perlahan berubah menjadi harapan baru.

Salah satunya datang dari Getet Aripandi (48), warga Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Selama delapan bulan terakhir, ia merasakan perubahan positif dalam hidupnya sejak bergabung sebagai pekerja di program SPPG.

Sebelumnya, Getet hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tak menentu. Penghasilan datang tanpa kepastian, hari ini bekerja, esok belum tentu.

Baca Juga: https://mediaaksara.id/bbm-non-subsidi-terancam-naik-gila-gilaan-april-2026-pertamax-bisa-tembus-rp17-850-liter-solar-nyaris-rp24-ribu/

“Kalau serabutan itu kadang ada, kadang tidak. Tapi sejak kerja di SPPG ini sudah jelas penghasilan per bulan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).

Kini, kepastian itu bukan sekadar soal penghasilan, tetapi juga ketenangan dalam menjalani hidup. Jika dulu ia hanya bekerja dua hingga tiga hari dalam sepekan, kini ia memiliki rutinitas kerja yang stabil.

“Kalau dulu paling kerja 2 sampai 3 hari, bahkan seminggu sekali. Sekarang tiap bulan ada penghasilan tetap, alhamdulillah cukup untuk keluarga,” tuturnya.

Bagi Getet, pekerjaan di SPPG bukan hanya tentang rutinitas, tetapi juga soal harga diri dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga secara layak. Ia mengaku, kondisi ekonomi keluarganya kini jauh lebih terpenuhi.

“Kalau ada kebutuhan sekarang bisa tercukupi. Beda jauh dengan dulu, sekarang tiap hari ada pekerjaan,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG, menurutnya, tidak hanya berdampak bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi para pekerja yang menggantungkan hidup di dalamnya.

“Menurut saya program MBG sangat bagus. Kalau dihentikan, bagaimana nasib kami dan relawan lain. Sekarang cari kerja dengan penghasilan tetap itu sulit,” ungkapnya.

Di balik dapur sederhana SPPG Assalam Sukaharja, kisah Getet menjadi bukti bahwa sebuah program tidak hanya memberi makan, tetapi juga menghidupkan harapan dan masa depan yang lebih pasti.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

RSUD Jampangkulon Luncurkan SiKeJap, Percepat Transformasi Digital Layanan Kepegawaian

Kabar Daerah

Modus Baru Selundupkan Sabu ke Lapas Sukabumi Lewat Lempar Bakso Dini Hari

Kabar Daerah

Jampangkulon Siap Jadi Tuan Rumah PORSADIN VIII Kabupaten Sukabumi

Kabar Daerah

Ratusan Orang Tua Serbu Dinsos Sukabumi! Dokumen DT-SEN Jadi Kunci Masuk Jalur Afirmasi SPMB 2026

Kabar Daerah

Warga Tolak Sumur Bor dan Proyek Kontrakan di Sukabumi, Perizinan Belum Tuntas Aktivitas Pembangunan Dihentikan

Kabar Daerah

Terungkap! Sabu Disembunyikan dalam Bakso dan Dilempar ke Lapas Sukabumi, CCTV Jadi Kunci

Kabar Daerah

Pemeriksaan Mata Gratis Disambut Antusias, Puskesmas Jampangkulon Dorong Deteksi Dini Gangguan Penglihatan

Kabar Daerah

Kabupaten Sukabumi Tembus Empat Besar POPWILDA Jabar 2026, Pencak Silat Jadi Penyumbang Emas Terbanyak