Penampakan warga Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi ditandu pakai bambu dan ambulans akibat jalan Leuwi Liang–Bojongtipar rusak / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pilu keluarga dan seorang ibu pasca melahirkan di Kabupaten Sukabumi yang harus ditandu menggunakan bambu dan kain sarung menuju fasilitas kesehatan. Peristiwa ini terjadi akibat kondisi jalan rusak parah yang tidak dapat dilalui mobil ambulans.
Peristiwa terjadi di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (7/2/2026). Awalnya, proses persalinan sang ibu berjalan lancar. Namun kebahagiaan berubah menjadi duka setelah kondisi ibu dan bayinya menurun pasca melahirkan.
Menurut keterangan warga setempat, ibu tersebut mengalami kontraksi, sementara bayi yang baru dilahirkan tidak mengeluarkan tangisan. Keluarga kemudian bersepakat membawa keduanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun upaya terkendala kondisi infrastruktur. Jalan menuju rumah korban rusak berat sehingga ambulans tidak dapat menjangkau lokasi. Akhirnya, keluarga dibantu warga terpaksa menandu sang ibu menuju titik jalan yang bisa dilalui kendaraan.
Mirisnya, sebelum bayi sempat dibawa ke fasilitas kesehatan, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Meski dalam suasana duka, keluarga tetap membawa sang ibu ke rumah sakit demi keselamatan jiwanya.
Cerita pilu ini diunggah oleh Galih (25), warga setempat. Ia menyebutkan kondisi jalan yang rusak membuat tim medis dan kendaraan darurat kesulitan mencapai lokasi tepat waktu.
“Itu habis melahirkan kemarin, karena kontraksi lagi akhirnya dibawa ke rumah sakit. Karena jalan rusak, ditandu dulu ke kendaraan. Kejadiannya tadi pagi,” ujar Galih.
Galih berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur. Menurutnya, jalan sangat vital, tidak hanya untuk akses layanan kesehatan, tetapi juga aktivitas anak sekolah dan roda perekonomian warga, khususnya petani.
Terpisah, UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Jampangtengah mengonfirmasi lokasi tersebut berada di ruas jalan Leuwi Liang–Bojongtipar, yang merupakan jalan kabupaten dan penghubung antara Desa Tanjungsari dan Desa Bojongtipar.
Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, menyatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut.
“Benar, itu jalan kabupaten ruas Leuwi Liang–Bojongtipar. Kami sudah mengajukan usulan perbaikan. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan jalan demi mencegah tragedi kemanusiaan serupa di masa mendatang.
Sumber: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







