Longsor susulan kembali terjadi di Cimapag, Simpenan, Sukabumi, menutup ruas Jalan Kiaradua–Bagbagan. Sejumlah kendaraan terjebak akibat nekat melintas meski sudah diperingatkan petugas / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Longsor susulan kembali terjadi di titik longsor Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (14/01/2026) sore. Peristiwa dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang masih mengguyur wilayah tersebut.
Akibat longsor susulan, ruas Jalan Kiaradua–Bagbagan kembali tertutup material lumpur dan tanah dengan ketebalan cukup signifikan. Sejumlah kendaraan dilaporkan sempat terjebak karena nekat melintas, meskipun telah diperingatkan oleh petugas di lapangan.
Penilik Jalan Nasional Bagbagan–Jampangkulon dari Dinas Pekerjaan Umum, Deni Wahid Laksmana, menjelaskan longsor susulan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras masih berlangsung.
“Terjadi longsor susulan sekitar pukul 15.00 WIB. Badan jalan yang sebelumnya sudah sempat terbuka kembali tertutup material lumpur dan tanah cukup tebal, sehingga sulit dilintasi,” ujar Deni.
Ia menyayangkan masih adanya pengendara yang tidak mengindahkan arahan petugas. Bahkan, beberapa kendaraan tetap memaksa melintas ketika proses evakuasi belum dilakukan.
“Saat longsor susulan belum dikerjakan, ada kendaraan yang langsung masuk. Kendaraan sempat ambles, sudah disuruh mundur dan menjauh, dikira tidak akan maju lagi, tapi malah nekat maju kembali hingga akhirnya terjebak,” ungkapnya.
Perilaku pengendara yang memaksakan diri tersebut dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan pribadi, tetapi juga mengganggu proses penanganan longsor.
“Kalau banyak pengendara seperti ini, jadinya menyulitkan semua pihak. Alat berat pun terganggu operasinya,” tegas Deni.
Pihaknya pun mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran evakuasi dan keselamatan bersama.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik. Tolong patuhi arahan petugas agar titik longsor ini bisa segera dilintasi kembali dengan aman. Kami bekerja 24 jam supaya arus lalu lintas tidak terhambat,” pungkasnya.
Sumber: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







