Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H., H. Yanyan Rusyandi / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi menorehkan capaian gemilang sepanjang tahun 2025. Peningkatan kualitas pelayanan, lonjakan jumlah kunjungan pasien, hingga sederet prestasi strategis menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit kebanggaan milik Pemerintah Kota Sukabumi.
Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H., H. Yanyan Rusyandi, mengungkapkan salah satu indikator utama dalam menilai kualitas layanan adalah Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Pada tahun 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit mencapai 85 persen, masuk dalam kategori baik.
“Capaian ini menunjukkan pelayanan RSUD R. Syamsudin terus mengalami peningkatan dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (9/1/2026).
Tingginya kepercayaan masyarakat juga tercermin dari lonjakan jumlah kunjungan pasien. Sepanjang tahun 2025, RSUD R. Syamsudin mencatat 165.015 kunjungan rawat jalan, 38.621 pasien rawat inap, serta 49.960 kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Jika melihat kondisi pelayanan yang hampir selalu penuh, hal ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin percaya kepada RSUD R. Syamsudin atau yang dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Bunut,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada layanan medis, manajemen rumah sakit juga terus berbenah dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan humanis. Sepanjang 2025, dilakukan pengecatan gedung serta perbaikan berbagai fasilitas umum guna meningkatkan kenyamanan pasien, keluarga, maupun pengunjung.
Dalam menyikapi kebijakan nasional, RSUD R. Syamsudin turut menindaklanjuti tiga isu strategis Kementerian Kesehatan, yakni pengembangan rumah sakit berbasis kompetensi, penerapan sistem pembayaran QRIS, serta penyesuaian tarif BPJS Kesehatan.
Pada aspek rumah sakit berbasis kompetensi, dari total 24 layanan, RSUD R. Syamsudin telah mencapai 1 layanan utama, 22 layanan madya, dan 1 layanan dasar. Sementara itu, dalam penerapan QRIS, rumah sakit ini berhasil memenuhi 12 indikator QRIS dengan capaian 75 persen, melampaui standar minimal rumah sakit pemerintah sebesar 60 persen.
Untuk kebijakan tarif BPJS Kesehatan, RSUD R. Syamsudin dipercaya menjadi rumah sakit percontohan nasional dalam uji coba penerapan tarif baru.
Prestasi membanggakan lainnya, RSUD R. Syamsudin berhasil meraih Penghargaan Wiradarma dari Gubernur Jawa Barat, KDM, sebagai rumah sakit dengan layanan KJSU terlengkap, meliputi pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Sejalan dengan program Wali Kota Sukabumi dalam mewujudkan “Kota Sukabumi Bercahaya”, RSUD R. Syamsudin menyatakan komitmen penuh untuk menjadi rumah sakit percontohan nasional melalui konsep “Rumah Sakit Bunut Bercahaya” bagi rumah sakit kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
“Komitmen kami adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan. Alhamdulillah, tingginya kunjungan pasien menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap RSUD R. Syamsudin,” pungkas.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







