Penampakan rambu lalu lintas dan laju kendaraan di Ruas Jalan Nasional Tanjakan Baeud, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pengguna Jalan Nasional Palabuhanratu–Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan. Retakan kembali muncul di ruas Tanjakan Baeud, tepatnya di Kampung Baeud Hilir RT 02 RW 03, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/12/2025).
Retakan memanjang ditengah kini membelah badan jalan tersebut diduga dipicu oleh pergerakan tanah. Kondisi ini menjadi sinyal bahaya nyata bagi keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung menuju Palabuhanratu dan sekitarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, retakan yang awalnya kecil kini melebar dan memotong sebagian besar badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah terpaksa menggunakan satu jalur secara bergantian, sehingga memperlambat laju kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Situasi semakin rawan ketika hujan turun atau pada malam hari dengan jarak pandang terbatas. Pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintasi lokasi tersebut.
Padahal sebelumnya, ruas jalan ini sempat mendapat penanganan dari pihak PU Bina Marga melalui penambalan. Namun, upaya perbaikan tersebut dinilai belum mampu menahan laju kerusakan akibat pergerakan tanah yang terus berulang.
Warga setempat menyebut, persoalan pergerakan tanah di kawasan Tanjakan Baeud merupakan masalah lama yang belum pernah ditangani secara tuntas. Fenomena serupa, kata mereka, sudah kerap terjadi sejak puluhan tahun lalu.
“Jalan nasional di Tanjakan Baeud sudah retak lagi. Baru kemarin ditambal, sekarang sudah belah kembali. Kendaraan cuma bisa lewat sebelah dan harus bergantian,” ujar Roni (46), warga sekitar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah serius dan permanen sebelum kerusakan semakin parah dan berujung pada amblasnya badan jalan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







