Kondisi rumah warga yang mengalami pergerakan tanah di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Bencana pergeseran tanah melanda Kampung Cijagung RT 06 RW 07, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Senin (15/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Akibat kejadian, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda. Bahkan, beberapa di antaranya dil@porkan ambruk sehingga memaksa penghuninya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, menyampaikan laporan sementara terd@pat empat rumah warga yang ambruk dan beberapa lainnya mengalami rusak berat, rusak sedang, serta terancam terdampak lanjutan.
“Akibat hujan lebat, terjadi pergeseran tanah yang berdampak pada sejumlah rumah warga di Kampung Cijagung. Saat ini seb@gian warga terpaksa mengungsi demi keselamatan,”ujar Sihabudin, Rabu (17/12/2025).
Berdasarkan data sementara di lapangan, empat rumah yang dilaporkan ambruk masing-masing milik Wawan (1 KK, 5 jiwa) yang mengungsi di tempat penggilingan padi, Lala (1 KK, 3 jiwa) mengungsi ke Pasapen Bantargadung, Edih (1 KK, 4 jiwa) mengungsi ke rumah sanak keluarga, serta Redis (1 KK, 2 jiwa) yang juga mengungsi ke rumah kerabat.
Selain itu, satu rumah milik Dedi (1 KK, 4 jiwa) mengalami rusak berat dan penghuninya mengungsi ke Kampung Gempol, Desa Limusnunggal. Sementara itu, tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami rusak sedang, masing-masing milik Jana (1 KK, 4 jiwa) yang mengungsi ke Kampung Gempol Desa Limusnunggal, Manarul (1 KK, 2 jiwa) dan Agus, keduanya mengungsi ke Palabuhanratu.
Sedangkan satu rumah milik Rohman Mubarok (1 KK, 4 jiwa) dilaporkan dalam kondisi terancam dan saat ini penghuni rumah tersebut menempati rumah orang tuanya untuk sementara waktu.
Sihabudin menambahkan, kondisi cuaca di lokasi kejadian hingga kini masih mendung sehingga potensi terjadinya pergerakan tanah susulan tetap perlu diwaspadai. Pihak P2BK telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa, pihak kecamatan, Koramil, serta Polsek setempat.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan dan segera melaporkan apabila terjadi pergerakan tanah lanjutan,” jelasnya.
Terkait kebutuhan mendesak, warga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengungsian.
P2BK Bantargadung menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan bersumber dari laporan perangkat desa serta informasi masyarakat melalui pesan seluler. Apabila terdapat perkembangan terbaru, pihaknya akan segera melakukan pembaruan data.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







