Icon Beras Merah Pajampangan / Foto : Rapik Utama
MEDIAAKSARA.ID – Salah satu penjual beras dan oleh-oleh khas Pajampangan, Komariah (60), mengaku bahwa kondisi jualannya saat ini masih sepi. Ia berjualan di kios yang terletak di seberang Alun-alun Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, penurunan penjualan disebabkan oleh semakin banyaknya pedagang yang menjual beras di sepanjang jalan Pajampangan.
Saat diwawancarai MediaAksara.id, Komariah, warga Kampung Gemarasa, Kelurahan/Kecamatan Jampangkulon, menjelaskan bahwa ia menjual berbagai jenis beras khas Pajampangan dengan harga bervariasi, yaitu:
Beras merah: Rp13.000/liter
Beras hitam: Rp15.000/liter
Beras putih super: Rp11.000/liter
Beras ketan: Rp17.000/liter
“Jualan sekarang agak sepi karena semakin banyak yang jualan. Saat ini, paling banyak saya hanya bisa menjual dua karung atau sekitar 60 liter dalam dua hingga tiga hari. Dulu, dalam seminggu saya bisa menjual hingga 20 karung. Sekarang, banyak langganan saya yang justru ikut berjualan.Maka kami bersama rekan UMKM, berharap adanya peran nyata pemerintah dalam membangun jaringan pemasaran hasil alam serta UMKM Pajampangan, selain dari usaha kami sehari-hari berjualan ,” ungkapnya beberapa waktu kebelakang.
Terkait pasokan beras, Komariah menyebut bahwa dirinya biasa mendapatkan kiriman dari lima petani di Cinagen, Waluran, dan Gunungbatu. Jumlah pembelian beras bergantung pada kondisi stok di warung.
“Saya memesan sesuai stok dan kebutuhan, karena pemasoknya juga tidak hanya dari satu orang. Sedangkan untuk oleh-oleh seperti kue, gula merah, dan opak, biasanya dikirim oleh warga dari Ciparay Jampangkulon dan Citanglar Surade,” pungkasnya.
Reporter: Rapik Utama







